Gedung SPs, BERITA UIN Online— Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta mengagendakan International Colloqium on Interdisciplinary Islamic Studies (ICIIS) ke-5 tahun 2022, Rabu-Kamis 19-20 Oktober 2022 mendatang. Konferensi yang direncanakan berlangsung hibrid bakal dihadiri sejumlah akademisi-peneliti dari berbagai institusi pendidikan dan riset dunia.

Kali ini, ICIIS sendiri mengangkat tema “Religion, Education, Science ad Technology Towards a More Inclusive and Sustainable Future“. Tema ini diangkat merepresentasikan kajian Islam lintas disiplin yang menjadi semangat pelaksanaan ICIIS sejak awal. Informasi kegiatan sendiri bisa diakses di laman https://iciis.id/2022/.

Demikian rilis resmi panitis ICIIS ke-5 tahun 2022 yang diterima BERITA UIN Online, Selasa (9/8/2022). “Para audien dan presenter dapat menghadiri konferensi secara langsung atau melalui konferensi virtual,” sebut Direktur SPs UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar Ph.D dalam rilis tersebut.

Pada kegiatan ICIIS kali ini, SPs UIN Jakarta menggandeng UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Sekolah Pascasarjana UIN Mataram, dan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Bali sebagai perguruan tinggi mitra. Sejumlah pimpinan perguruan tinggi dunia turut menyampaikan komitmen untuk menghadiri kegiatan ini.

“Kami menyambut baik para pihak, pengajar dan peneliti, untuk hadir dan memperkaya diskusi pada forum ini. Kami juga mengundang para sarjana lintas disiplin untuk berpartisipasi dalam konferensi ini,” paparnya.

Selain para pakar, sambung Prof Asep, kegiatan juga bakal dihadiri para partisipan mahasiswa pascasarjana UIN Jakarta dan perguruan tinggi mitra kegiatan. “Ini jadi peluang sangat baik bagi para mahasiswa pascasarjana untuk berinteraksi dan mendapat penilaian atas riset mereka dari akademisi utama yang hadir,” tambahnya.

Selain presentasi paper para partisipan, konferensi juga mengagendakan tiga panel diskusi. Panel pertama akan diisi presentasi dari Proof. Azyumardi Azra (UIN Jakarta), Dr. Abdullah Sahin (University Warwick, United Kingdom), dan Dr. Fides del Castillo (De La Salle University, Manila). Topik sesi panel ini adalah “Open, inclusive, and sustainable knowledge organization in faith-based universities: A way forward“.

Pada panel kedua “Towards a Transmodern Transformation of Our Global World: Muslim Society’s Challenges and Opportunities“. Panel ini akan diisi presentasi dari Prof. Abdul Lateef Krauss Abdullah (Universiti Putra Malaysia), Prof. Nadirsyah Hosen (Monash University Australia), dan Dr. Phillip M. Henry (University of Derby, United Kingdom).

Panel terakhir, sesi diskusi yang akan disampaikan oleh Prof. Lysann Zander (Leibniz University Hannover, Germany),  Sidratun Naim Ph.D (Harvard Medical School, United States), dan Dr. Carl Helsing (High Point University, United States). Tema panel ini adalah “Faith, Science, Technology, and Future Sustainability”.

Konferensi sendiri mengundang para partisipan untuk menyampaikan presentasi risetnya.  Seluruh paper terpilih bakal diterbitkan penerbit buku-buku akademik terkemuka dunia, Taylor & Francis, dan direncanakan untuk diindek ScopusDirencanakan publikasi indeks Scopus.

“Para akademisi dunia yang hadir dalam acara juga akan dimintakan untuk mengevaluasi masing-masing makalah sehingga menjadi artikel berkualitas tinggi,” tambahnya. (zm)

Share This