Weekly News: Update Berita Sepekan Edisi 31 Agustus 2026
- 31 Agustus 2026
- 14 mnt baca
- 17
FSH UIN Jakarta Launching Buku Fikih Politik Islam Kontemporer Karya Prof. Masykuri Abdillah
![]()
Berita 1 dari 22 • Selasa, 25 Agustus 2026
Bisakah fikih politik Islam menjawab persoalan negara dan kehidupan politik di era modern? Pertanyaan ini menjadi salah satu sorotan dalam peluncuran dan bedah buku Fikih Politik Islam Kontemporer karya Prof. Dr. Masykuri Abdillah di FSH UIN Jakarta. Buku setebal 470 halaman tersebut membahas relasi Islam, negara, hukum, dan politik, termasuk perbedaan konsep negara Islam dan negara Muslim. Diskusi bersama Prof. Jimly Asshiddiqie dan Dr. Wahiduddin Adams juga menyoroti pentingnya mempertemukan kajian fikih dengan konstitusionalisme, demokrasi, serta pengalaman Indonesia. Lantas, bagaimana nilai-nilai Islam dapat diterjemahkan dalam sistem hukum dan politik Indonesia?
#KabarFakultas: Dekan FSH UIN Jakarta Dorong Fikih Politik Menjadi Solusi Hukum Nasional
![]()
Berita 2 dari 22 • Selasa, 25 Agustus 2026
Bagaimana nilai-nilai Islam dapat hadir dalam hukum nasional tanpa terjebak pada persoalan identitas dan simbol semata? Pertanyaan ini menjadi sorotan FSH UIN Jakarta dalam diskusi Fikih Politik Islam Kontemporer. Dekan FSH Prof. Muhammad Maksum mendorong agar fikih politik terus dikembangkan menjadi gagasan yang kontekstual, inklusif, dan mampu menjawab persoalan nyata masyarakat yang majemuk. Bersama Prof. Masykuri Abdillah, Prof. Jimly Asshiddiqie, dan Dr. Wahiduddin Adams, diskusi juga mengulas relasi Islam, konstitusi, demokrasi, hingga perlindungan hak warga negara. Lantas, seperti apa wajah fikih politik yang relevan dengan Indonesia saat ini?
Profesor Masykuri Abdillah Dorong Fikih Politik Kontekstual Tanpa Membakukan Bentuk Negara
Berita 3 dari 22 • Selasa, 25 Agustus 2026
Apakah fikih politik Islam harus terikat pada satu bentuk negara tertentu? Guru Besar UIN Jakarta Prof. Masykuri Abdillah menilai jawabannya tidak sesederhana itu. Dalam bedah buku Fikih Politik Islam Kontemporer, ia menjelaskan bahwa persoalan negara, demokrasi, oposisi, hingga pergantian kekuasaan merupakan wilayah ijtihad yang perlu dibaca sesuai konteks zaman dan masyarakat. Bersama Prof. Jimly Asshiddiqie dan Dr. Wahiduddin Adams, diskusi ini juga mengulik bagaimana nilai Islam dapat berdialog dengan sistem hukum dan politik modern. Lantas, bagaimana fikih politik Islam seharusnya ditempatkan dalam konteks Indonesia?
PBAK 2026: 9.448 Mahasiswa Baru UIN Jakarta Awali Perjalanan Menuju Generasi Ulu al-Albab
![]()
Berita 4 dari 22 • Rabu, 26 Agustus 2026
Sebanyak 9.448 mahasiswa baru dari 12 fakultas resmi memulai perjalanan akademiknya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui PBAK 2026 yang mengusung tema “Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi”. Tak sekadar menjadi ajang pengenalan kampus, PBAK tahun ini membawa pesan kuat agar mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi, termasuk AI, tanpa kehilangan integritas, kepedulian lingkungan, dan kepekaan sosial. Rektor UIN Jakarta menegaskan bahwa mahasiswa harus tumbuh sebagai generasi Ulu al-Albab—cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Dengan rangkaian kegiatan yang menghadirkan tokoh nasional, praktisi, akademisi, hingga aktivis mahasiswa, para mahasiswa baru juga didorong untuk memperkaya pengalaman melalui organisasi, kompetisi, dan magang. Lantas, seperti apa perjalanan 9.448 mahasiswa ini dalam membentuk diri sebagai generasi yang bukan hanya cerdas menggunakan teknologi, tetapi juga bijak menggunakannya?
PBAK 2026: Rektor UIN Jakarta Tekankan Mahasiswa Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi

Berita 5 dari 22 • Rabu, 26 Agustus 2026
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi membuka PBAK 2026 dengan mengusung pesan kuat kepada 9.448 mahasiswa baru: cerdas menggunakan teknologi saja tidak cukup. Melalui tema “Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi, Mewujudkan Generasi Ulul-Albab untuk Peradaban Bangsa”, Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar mendorong mahasiswa untuk mampu mengikuti perkembangan digital sekaligus menjaga etika, moral, dan kepedulian terhadap lingkungan. Selama lima hari, mahasiswa akan mengikuti rangkaian PBAK Universitas, Fakultas, hingga Kampung UKM dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan praktisi. Dari ribuan mahasiswa baru yang memulai langkahnya hari ini, mampukah mereka menjadi generasi Ulul-Albab yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menggunakan ilmu dan teknologi untuk memberi dampak nyata bagi bangsa?
PBAK 2026: Ahmad Dekatama Pasming Based Bagikan Kunci Cerdas Digital dan Berdampak Nyata pada Mahasiswa Baru
![]()
Berita 6 dari 22 • Rabu, 26 Agustus 2026
Di hadapan 9.448 mahasiswa baru UIN Jakarta, alumni Fakultas Hukum UIN Jakarta sekaligus kreator digital Ahmad Dekatama Putra Zaman atau Pasming Based membagikan kunci agar mahasiswa tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu bersaing di dunia digital. Ia menekankan bahwa IPK bukan satu-satunya penentu masa depan, karena pengalaman organisasi, lomba, magang, kemampuan membangun jejaring, dan eksplorasi diri dapat menjadi pembeda saat memasuki dunia kerja. Pasming juga mendorong mahasiswa memanfaatkan AI dan media sosial sebagai alat belajar, riset, serta membangun personal branding, namun tetap kritis, melakukan verifikasi informasi, dan menjaga autentisitas. Di tengah AI yang semakin mudah mengambil alih banyak pekerjaan, mampukah mahasiswa menggunakan teknologi sebagai senjata untuk berkembang tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis dan jati diri?
Ketua Ombudsman RI Tekankan Tiga Pilar Integritas bagi Mahasiswa Baru UIN Jakarta

Berita 7 dari 22 • Rabu, 26 Agustus 2026
Ketua Ombudsman RI 2026–2031, H. Nuzran Joher, mengajak mahasiswa baru UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadikan masa kuliah sebagai ruang untuk menempa integritas, kepedulian, keberanian, dan keadilan di tengah derasnya perkembangan teknologi. Dalam keynote speech PBAK 2026, ia mengingatkan bahwa kecerdasan digital tanpa integritas dapat memicu kejahatan siber dan hoaks, sementara kepedulian lingkungan tanpa keberanian hanya akan membiarkan kerusakan terjadi. Mahasiswa juga didorong berani melawan kecurangan akademik, kritis terhadap pelayanan publik, membela kelompok yang terpinggirkan, serta menggunakan teknologi untuk mempersempit kesenjangan. Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui penanaman pohon simbolis, menegaskan bahwa kecanggihan teknologi dan kepedulian ekologis harus berjalan beriringan. Sebab, di balik gelar dan prestasi akademik, tantangan terbesar mahasiswa adalah memastikan kecerdasan yang dimiliki benar-benar membawa manfaat bagi manusia dan lingkungan.
PBAK 2026: Prof. Amany Lubis Tekankan Integrasi Keislaman dan Keilmuan di UIN Jakarta

Berita 8 dari 22 • Rabu, 26 Agustus 2026
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A., mengajak mahasiswa baru memahami jati diri UIN Jakarta melalui perpaduan keislaman, keindonesiaan, keilmuan, dan kemanusiaan. Dalam sesi PBAK 2026, ia menegaskan bahwa ilmu agama dan ilmu umum tidak seharusnya dipisahkan, melainkan saling melengkapi untuk menjawab persoalan kehidupan. Mahasiswa pun didorong berpikir kritis dan rasional, terbuka terhadap berbagai sumber ilmu, namun tetap berpegang pada iman dan akhlak. Menurut Prof. Amany, karakter Ulul Albab bukan sekadar kecerdasan intelektual, tetapi kemampuan menyatukan akal, hati, dan spiritualitas agar ilmu yang diperoleh tidak hanya mencerdaskan diri, melainkan juga memberi manfaat bagi masyarakat. Di tengah dunia yang semakin kompleks, mampukah mahasiswa UIN Jakarta menjadi generasi yang modern dalam berpikir tanpa kehilangan akar keislaman dan nilai kemanusiaannya?
UIN Jakarta: Penataan Aset Merupakan Mandat Negara, Pendidikan Tetap Jadi Prioritas

Berita 9 dari 22 • Rabu, 26 Agustus 2026
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan langkah penataan aset dan satuan pendidikan di lingkungannya merupakan bagian dari tanggung jawab negara dan mandat kelembagaan, bukan kepentingan pribadi. Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar menyatakan seluruh proses dilakukan secara transparan, sesuai hukum, dan dengan pendampingan hukum untuk memastikan aset negara terlindungi serta memberikan manfaat bagi pendidikan dan masyarakat. Di balik penataan tersebut, terdapat sejarah panjang hubungan kelembagaan antara UIN Jakarta, yayasan, dan sejumlah sekolah yang telah berkembang sejak 1964. Meski proses penataan terus berjalan, kampus memastikan satu hal tidak boleh terganggu: hak peserta didik dan keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar tetap menjadi prioritas utama.
Hak Peserta Didik Jadi Prioritas, UIN Jakarta Ajak Publik Pahami Persoalan Secara Utuh
![]()
Berita 10 dari 22 • Rabu, 26 Agustus 2026
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan bahwa penataan aset Barang Milik Negara (BMN) tidak dimaksudkan untuk mengganggu pendidikan, melainkan bagian dari tanggung jawab negara dalam memastikan aset dikelola sesuai hukum dan tata kelola yang berlaku. Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar menyatakan keberlangsungan belajar-mengajar dan pemenuhan hak peserta didik tetap menjadi prioritas, sementara Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Prof. Imam Subchi menjelaskan bahwa sejumlah satuan pendidikan yang kini berada dalam lingkup yayasan memiliki sejarah panjang sejak era IAIN, termasuk fungsi awal sebagai labs school untuk mendukung pembelajaran. Dengan mempertimbangkan aspek historis, kelembagaan, administrasi, dan hukum, UIN Jakarta memastikan proses penataan dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab. Di tengah proses pengembalian dan penataan aset negara, mampukah UIN Jakarta menjaga keseimbangan antara tertib pengelolaan BMN dan keberlanjutan pendidikan para peserta didik?
PBAK 2026: Bima Arya Soroti Bonus Demografi sebagai Modal Menuju Indonesia Emas 2045

Berita 11 dari 22 • Kamis, 27 Agustus 2026
Bonus demografi dan perkembangan AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Dalam Talkshow PBAK UIN Jakarta 2026, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengajak mahasiswa baru tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi mempersiapkan diri dengan tiga kemampuan utama: digital skills, thinking skills, dan human skills. Namun, menurutnya, kompetensi saja tidak cukup—karakter, jejaring, dan keberanian mengambil peran juga menjadi kunci. Lantas, bagaimana mahasiswa UIN Jakarta dapat memanfaatkan momentum bonus demografi di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat?
PBAK 2026: Wakil Ketua III DPRD Tangsel, Maria Teresa Ajak Kolaborasi Mahasiswa Baru UIN Jakarta

Berita 12 dari 22 • Kamis, 27 Agustus 2026
Di tengah pesatnya transformasi digital, mahasiswa punya ruang yang semakin besar untuk menyuarakan gagasan sekaligus ikut menjawab persoalan nyata di masyarakat. Hal ini disampaikan Wakil Ketua III DPRD Kota Tangerang Selatan Maria Teresa Suhardja dalam PBAK UIN Jakarta 2026. Ia menyoroti revolusi teknologi, persaingan talenta global, hingga isu lingkungan dan membuka peluang kolaborasi dengan mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan. Lantas, bagaimana gagasan mahasiswa dapat diubah menjadi inovasi yang berdampak bagi kota dan masyarakat?
PBAK 2026: Salsabila Syaira Tekankan Pemaknaan Pancasila dalam Membangun Karakter Kebangsaan

Berita 13 dari 22 • Kamis, 27 Agustus 2026
Di tengah derasnya perubahan zaman, bagaimana generasi muda menjaga identitas dan karakter kebangsaan? Pertanyaan tersebut menjadi sorotan dalam talkshow PBAK UIN Jakarta 2026, ketika Salsabila Syaira mengajak mahasiswa memahami Pancasila bukan sekadar sebagai hafalan, tetapi sebagai nilai yang hidup dalam masyarakat dan harus diwujudkan melalui keteladanan. Bersama Yudi Latif, ia juga membahas kaitan Pancasila dengan agama, gotong royong, kearifan lokal, hingga keadilan sosial. Lantas, seperti apa cara generasi muda menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari?
PBAK 2026: Yudi Latif Tekankan Internalisasi Nilai Pancasila dan Karakter Bangsa

Berita 14 dari 22 • Kamis, 27 Agustus 2026
Bagaimana membangun generasi muda yang tidak hanya berwawasan luas, tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai kebangsaan? Dalam talkshow PBAK UIN Jakarta 2026, Yudi Latif menekankan pentingnya Pancasila sebagai fondasi integritas nasional sekaligus titik temu di tengah keberagaman. Bersama Salsabila Syaira, ia juga membahas karakter pribadi, moral publik, hingga pentingnya keteladanan di era digital. Lantas, nilai apa saja yang perlu dimiliki generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri?
PBAK 2026: Dosen Content Creator Musfiah Saidah, Serukan Pentingnya Bijak Bermedia Sosial

Berita 15 dari 22 • Kamis, 27 Agustus 2026
Di tengah derasnya arus media sosial dan perkembangan AI, bagaimana mahasiswa bisa membangun citra diri tanpa kehilangan identitas akademik? Dalam penutupan PBAK UIN Jakarta 2026, Musfiah Saidah mengajak mahasiswa baru memanfaatkan media digital secara kreatif, autentik, dan bertanggung jawab. Konten sederhana pun dapat menjadi kekuatan personal branding, selama dibarengi nilai edukatif, keislaman, serta etika bermedia. Ia juga mengingatkan agar AI digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti nalar kritis. Lantas, bagaimana membangun personal branding yang tetap positif dan berkarakter di era digital?
PBAK Hari Kedua UIN Jakarta : Wujudkan Generasi Ulul Albab di Tengah Tantangan Kebangsaan
![]()
Berita 16 dari 22 • Kamis, 27 Agustus 2026
Bagaimana mahasiswa UIN Jakarta mempersiapkan diri menghadapi dunia yang terus berubah akibat teknologi dan dinamika global? Hari kedua PBAK 2026 membekali 3.249 mahasiswa baru dengan berbagai perspektif, mulai dari pemanfaatan AI, kompetensi digital, hingga pentingnya karakter, Pancasila, dan kepemimpinan. Para narasumber juga menyoroti kemampuan critical thinking, komunikasi, kolaborasi, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bekal menghadapi masa depan. Lantas, seperti apa generasi UIN Jakarta yang diharapkan mampu berprestasi sekaligus memberi dampak di tengah perubahan zaman?
PBAK 2026: UIN Jakarta Kenalkan Layanan Terpadu bagi Mahasiswa Baru

Berita 17 dari 22 • Kamis, 27 Agustus 2026
PBAK 2026 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tak hanya menjadi ajang pengenalan kehidupan kampus, tetapi juga membuka wawasan mahasiswa baru tentang beragam fasilitas dan layanan yang bisa mereka manfaatkan selama kuliah. Mulai dari layanan disabilitas, beasiswa, fasilitas digital, akses Wi-Fi dan Microsoft 365, layanan kesehatan 24 jam, hingga pendampingan kasus kekerasan seksual diperkenalkan dalam sesi sosialisasi. Lantas, fasilitas apa saja yang tersedia dan bagaimana mahasiswa dapat mengaksesnya?
Dorong Intenasionalisasi Kampus Islam, PBAK 2026 FAH UIN Jakarta Ajak Minat Mahasiswa Baru pada Riset Ilmu Humaniora Lintas Negara
![]()
Berita 18 dari 22 • Jum'at, 28 Agustus 2026
Lupakan mitos skripsi tebal ratusan halaman yang cuma berakhir jadi pajangan rak perpustakaan, karena Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta baru saja meluncurkan langkah berani di PBAK 2026 dengan menantang mahasiswa baru menembus jurnal bereputasi SINTA hingga Scopus sejak semester awal! Cukup dengan artikel ilmiah 12 halaman hasil kolaborasi bareng dosen, maba kini punya resep rahasia untuk lulus tepat waktu sekaligus memajang namanya di kancah riset dunia. Lantas, bagaimana strategi Dosen PA dan program MBKM dalam memuluskan jalan para maba menuju panggung internasional ini?
Ketua MK Suhartoyo Ajak Mahasiswa FEB UIN Jakarta Kritis terhadap Undang-Undang

Berita 19 dari 22 • Jum'at, 28 Agustus 2026
Hadir langsung di PBAK FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Jumat (28/8/2026), Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo melempar pesan menohok yang membakar semangat para mahasiswa baru untuk berani mengkritisi undang-undang yang merugikan rakyat! Di hadapan maba ekonomi dan bisnis, Suhartoyo membongkar fakta bahwa proses pembuatan undang-undang tak lepas dari kepentingan politik terselubung, sehingga MK hadir sebagai benteng filter untuk menjamin hak konstitusional warga negara tak dicurangi. Lantas, mengapa mahasiswa calon ahli ekonomi ini ditantang untuk tak takut menggugat regulasi negara, dan bagaimana strategi MK dalam membentengi keadilan dari cengkeraman kepentingan kelompok tertentu?
Kampung UKM UIN Jakarta 2026: Wadah Eksplorasi Minat Bakat Mahasiswa Baru

Berita 20 dari 22 • Minggu, 30 Agustus 2026
Bawa konsep ala dunia mainan, Kampung UKM UIN Jakarta 2026 yang digelar meriah di Lapangan Student Center pada Minggu (30/8/2026) mendadak jadi sorotan setelah membagi belasan UKM ke dalam empat zona unik hingga menghadirkan aktivis Greenpeace Indonesia. Di tengah riuhnya atraksi seni, *workshop*, dan kuliner UMKM, jajaran pimpinan rektorat justru melempar pesan menohok bagi ribuan mahasiswa baru: IPK tinggi saja ternyata tak cukup untuk menjamin kesuksesan karier di masa depan tanpa *soft skills* yang terasah di organisasi. Lantas, seperti apa keseruan eksplorasi bakat mahasiswa baru di empat zona tersebut dan bagaimana strategi UKM dalam memoles potensi maba agar siap bersaing di dunia kerja?
Talkshow Kampung UKM 2026: Mahasiswa Diajak Pahami Krisis Iklim sebagai Persoalan Sistemik

Berita 21 dari 22 • Minggu, 30 Agustus 2026
Ancaman krisis iklim yang makin nyata ternyata tak cukup dilawan cuma dengan diet kantong plastik atau aksi ramah lingkungan secara individu, melainkan butuh gebrakan sistemik dari pemerintah! Pesan menohok ini mencuat dalam talkshow lingkungan di ajang Kampung UKM UIN Jakarta 2026 pada Minggu (30/8/2026), ketika Manajer Kampanye Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik dan aktivis Climate Rangers Novia Safira membongkar fakta bahwa mahasiswa memegang legitimasi intelektual untuk menggoyang kebijakan ekologis yang keliru. Lantas, seperti apa peringatan keras para pakar ini dalam menantang mahasiswa baru UIN Jakarta agar tak sekadar jadi penonton berita, tetapi berani menuntut pertanggungjawaban pemerintah dan industri ekstraktif demi masa depan bumi?
Bukan Sekadar Cari Stempel, Kreativitas UKM Ramaikan Kampung UKM UIN Jakarta 2026
![]()
Berita 22 dari 22 • Minggu, 30 Agustus 2026
Bukan sekadar perburuan stempel demi kewajiban formalitas, Kampung UKM UIN Jakarta 2026 yang digelar di Lapangan Student Center pada Minggu (30/8/2026) justru menjelma jadi ajang unjuk kreativitas yang bikin mahasiswa baru betah berlama-lama! Mulai dari ajak sparring catur di booth FORSA, *pantomim* dan baca puisi di Teater Syahid, mystery research box di FRESH, hingga kuis geografi unik di KPA Arkadia, belasan UKM yang tersebar di empat zona tampil totalitas demi memikat minat para maba. Lantas, bagaimana strategi interaktif nan seru ini sukses membantu ribuan mahasiswa baru menemukan wadah yang tepat untuk mengasah bakat sekaligus membangun jejaring relasi di kampus?