Upacara Hari Kesaktian Pancasila: Rektor Tegaskan Keselarasan Pancasila dengan Nilai-Nilai Keislaman

Upacara Hari Kesaktian Pancasila: Rektor Tegaskan Keselarasan Pancasila dengan Nilai-Nilai Keislaman

Khairudzakirin Alif Qadafie Hanif Az-Zaydan
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Lapangan Student Center UIN Jakarta, Berita UIN Online – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menggelar upacara memperingati hari kesaktian pancasila dengan meneguhkan kembali komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, termasuk di lingkungan akademik. Upacara tersebut berlangsung dengan khidmat di Lapangan Student Center UIN Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Upacara tersebut diikuti oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ahmad Tholabi S.Ag.,SH,MH,MA., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Ali Munhanif MA, Ph.D., beserta jajaran sivitas akademika UIN Jakarta.

Prof. Asep, selaku inspektur upacara memberikan amanat bahwa setiap sila dalam Pancasila memiliki titik temu dengan nilai-nilai universal dalam ajaran Islam. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, misalnya, berkaitan dengan prinsip tauhid tentang keesaan Allah SWT. Karena itu, kehidupan berbangsa, menurutnya, perlu dibangun dengan kesadaran ketuhanan dan pengamalan ajaran agama masing-masing.

Dilanjut dengan sila kedua dalam elaborasinya yakni sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab sejalan dengan ajaran Islam mengenai penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia, keadilan, serta hubungan kemanusiaan yang baik. Ia juga mengaitkannya dengan pesan Al-Qur'an dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 mengenai kemuliaan manusia yang tidak ditentukan semata-mata oleh suku, bangsa, maupun kedudukan.

Lebih lanjut, pada sila Persatuan Indonesia, rektor mengaitkannya dengan nilai ukhuwah dan persaudaraan serta semangat menjaga kesatuan di tengah keragaman. Kemudian, pada sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan memiliki relevansi dengan ajaran musyawarah dalam Islam. Serta Sila terakhir yakni keadilan sosial juga sejalan dengan perintah Islam yaitu bagaimana menegakkan keadilan dan berbuat kebajikan, bahkan dalam konteks keadilan dan kebajikan ini harus disampaikan walaupun juga untuk diri sendiri.

“Dengan demikian, bagi kita di UIN Jakarta harus terus mengamalkan Pancasila dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian berarti kita juga mengamalkan nilai-nilai keIslaman dan sebaliknya jika kita menodai Pancasila berarti juga kita menodai nilai-nilai keislaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Prof. Asep.

Hari kesaktian Pancasila, tambahnya, tidak hanya ditentukan oleh sejarah masa lalu, tetapi juga oleh sejauh mana nilai-nilainya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pengamalan tersebut juga perlu tercermin dalam kehidupan akademik dan pengelolaan UIN Jakarta.

“Nilai-nilai itu harus tercermin di dalam kehidupan kita sehari-hari karena bagaimanapun kita berada di UIN adalah juga untuk bangsa, untuk umat,” tuturnya.

Komitmen tersebut juga ditegaskan melalui pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Dalam ikrar tersebut disebutkan bahwa berbagai rongrongan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik dari dalam maupun luar negeri, antara lain dimungkinkan oleh kelemahan dan kurangnya kewaspadaan terhadap upaya yang hendak menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara. Selanjutnya, acara dilanjut dengan doa, menyanyikan lagu bagimu negeri, dan ditutup dengan laporan komandan upacara.