Gedung FITK, BERITA UIN Online – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) kini memiliki guru besar baru. Prof Dr Ulfah Fajarini MSi, dosen di Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), menjadi guru besar dalam bidang Ilmu Antropologi Budaya terhitung mulai 1 Mei 2017.

Pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) itu ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 93420/A2.3/KP/2017 tertanggal 22 September 2017. Ulfah menjadi guru besar setelah melalui proses penilaian pengumpulan angka kredit sebagai dosen dengan nilai total mencapai 920 kum.a

Alhamdulillah, saya akhirnya menjadi guru besar setelah menempuh proses yang cukup panjang. Proses penilaiannya dimulai sejak 1 Desember 2009 hingga 30 November 2016,” katanya kepada BERITA UIN Online di gedung FITK, Rabu (18/10/2017).

Ulfah Fajarini lahir di Jakarta pada 28 Agustus 1967. Ia merupakan putri ketiga dari pasangan Prof Dr H Hadjid Harnawidagda MPd (alm) dan Hj Sudarsini Hadjid. Pendidikan dasar dan menengahnya ditempuh di SDN Legoso Ciputat tahun 1980, SMPN XI Jakarta tahun 1983, dan SMAN VI Jakarta 1986. Selepas dari SMA, ia melanjutkan kuliah ke Jurusan Antropologi pada Fakuktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia dan lulus tahun 1991.

Untuk mengembangkan keilmuannya, Ulfah kembali melanjutkan pendidikan ke program magister dan doktor dalam bidang ilmu yang sama serta di fakultas dan universisitas yang sama. Kedua jenjang tersebut berhasil diraih masing-masing tahun 1998 dan 2012.

Selama menjadi PNS, ibu dua anak itu sempat memperoleh penghargaan dari Presiden Republik Indonesia berupa Satyalencana Karya Satya 10 tahun (2006) dan Satyalencana Karya Satya 20 tahun (2016). Pada tahun 2005, ia sempat mengikuti program Training of Trainer (ToT) di Malaysia dan Singapura.

Selain sebagai dosen dan peneliti, Ulfah juga terbilang cukup produktif menulis di jurnal ilmiah, baik berskala nasional maupun internasional. Beberapa karya ilmiahnya bahkan telah masuk ke dalam jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus. Antara lain berjudul Traditional Knowledge on Malaria of Gayo People in Centeral Aceh, Indonesia (Studies on Ethnomedicine, KRE Publisher Vol 10, Oktober 2016) dan Indigenous Tourism: Ngarot Tradition in Indramayu, West Java, Indonesia (Advance Science Letter, American Publisher, 2017). (ns)

 

Share This