Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) atau ujian mandiri masuk UIN Jakarta turut diikuti 33 orang sahabat penyandang disabilitas. UIN Jakarta berupaya mengakomodir kebutuhan seleksi para sahabat tersebut.

Kepala Sub Bagian Publikasi dan Dokumentasi UIN Jakarta, Samsuddin, kepada BERITA UIN Online, Senin (26/7/2021) mengungkapkan ke-33 orang sahabat penyandang disabilitas tersebut merupakan bagian dari 18.076 peserta SPMB UIN Jakarta. “Merujuk pada ketentuan yang diberikan panitia pusat, kita akomodir para sahabat difabel,” ujarnya.

Salahsatu dukungan yang diberikan panitia, sebutnya, diberikan dalam bentuk perpanjangan masa pengerjaan soal 40 menit lebih lama dibanding peserta non-difabel. Ukuran waktu ini dinilai memadai dalam menyokong peserta mengikuti ujian.

Untuk teknis ujiannya, sahabat difabel peserta ujian juga diizinkan didampingi tenaga pendamping. Namun, untuk pengerjaan atau pengisian soal tetap dilakukan secara mandiri oleh peserta tanpa bantuan tenaga pendamping.

“Sistem Seleksi Elektronik atau SSE juga memungkinkan panitia mengawasi ketat agar peserta tersebut mengerjakan soal dengan jawaban mandiri,” tambah Samsuddin lagi.

Diketahui , UIN Jakarta pada hari ini, Senin (26/7/2021), melangsungkan kegiatan ujian mandiri diikuti 18.076 peserta. Ke-18.076 ini memperebutkan 2.000 kuota kursi kuliah yang disediakan UIN Jakarta lewat jalur ujian ini.

Total 2.000 kuota bangku kuliah ditawarkan UIN Jakarta pada 56 program studi (prodi)-nya. Ke-56 prodi ini terbagi Paket IPA dan Paket IPS. Paket IPA terdiri dari prodi berbasis sains seperti Pendidikan Matematika, Agribisnis, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Matematika, Biologi, Kimia, dan lainnya.

Sementara Paket IPS terdiri dari prodi berbasis agama dan sosial. Prodi berbasis agama antara lain PAI, PBA, PGMI, PIAUD di FITK; BSA, SPI, Tarjamah di FAH; Ilmu al-Quran Tafsir, Ilmu Hadits, Tasawuf, dan Studi Agama-Agama di FU.

Sedang Paket IPS berbasis keilmuan sosial antara lain seperti Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Jurnalistik, Manajemen, Akuntansi, Psikologi, dan Ilmu Politik.

Pantauan BERITA UIN Online, proses seleksi sendiri dilakukan secara daring mengikuti protokol kesehatan di era pandemi Covid 19. Para peserta melaksanakan ujian menggunakan Sistem Seleksi Elektronik atau SSE.

SSE sendiri didesain sebagai aplikasi seleksi yang memungkinkan peserta tes tetap mengikuti seleksi dimanapun berada. Ini sesuai dengan protokol kesehatan pemerintah dalam menekan laju penyebaran Virus Covid 19.

Kendati demikian, proses seleksi tetap diawasi ketat secara langsung (online) oleh para pengawas yang berada di beberapa pusat komputer (ruang pengawas) di sejumlah gedung di UIN Jakarta. Melalui SSE peserta tetap dapat diawasi melalui kamera yang secara otomatis akan memotret berkali-kali dalam hitungan detik sehingga aktivitas peserta dapat diketahui.

Sementara itu mengutip kalender akademik UIN Jakarta, hasil tes SPMB Mandiri bakal diumumkan pada Kamis 5 Agustus 2021 mendatang. Sedang awal perkuliahan sendiri dijadwalkan dimulai pada pekan pertama September setelahnya. (zm)

Share This