Ruang Diorama, BERITA UIN Online – Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Universitas Hindu Negeri (UHN) Bali menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) dalam pengembangan kampus, baik di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara penandatanganan MoU dilakukan di Ruang Diorama Gedung Auditorium Harun Nasution, Jumat (26/11/2021), antara Rektor UIN Jakarta Amanhy Lubis yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan Lily Surayya Eka Putri dan Rektor UHN I Gusti Ngurah Sudiana.

Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Hamka Hasan (kiri) dan Direktur Program Pascasarjana UHN Bali Relin DE.

Selain kerja sama MoU antara UIN dan UHN, juga ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta dan Program Pascasarjana UHN serta antara Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Brahma Widya.

PKS pertama ditandatangani oleh Wakil Direktur SPs UIN Jakarta Hamka Hasan dan Direktur Program Pascasarjana UHN Relin DE. Sedangkan PKS kedua dilakukan antara Dekan Fakultas Ushuluddin Yusuf Rahman dan Dekan Fakultas Brahma Widya I Made Girinata.

Turut menyaksikan dari UIN Jakarta antara lain Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Jajang Jahroni serta sejumlah pejabat dari UHN Bali.

Rektor UHN I Gusti Ngurah Sudiana kepada BERITA UIN Online mengatakan, kerja sama dengan UIN Jakarta dilakukan dalam rangka benchmarking untuk mempercepat UHN menjadi world class university (WCU) di tahun 2033 mendatang. Tekad tersebut sesuai dengan pencanangan UHN untuk menjadi WCU pada Maret 2021 lalu oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas.

Namun, kata Sudiana, sebelum menjadi WCU, UHN terlebih dahulu ingin banyak belajar dengan UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi Islam yang sudah berpengalaman.

Dekan Fakultas Ushuluddin Yusuf Rahman (kiri) dan Dekan Fakultas Brahma Widya I Made Girinata.

“UHN merasa terpacu dengan cita-cita menjadi WCU. Karena itu, jika menjadi WCU harus ditempuh selama lima tahun, kami justru ingin empat tahun lebih cepat,” katanya.

Hingga kini, UHN sendiri sedang terus berbenah. Di antaranya memperkuat akreditasi institusi, program studi, penelitian, dan sumber daya manusia (SDM).

“Untuk memperkuat SDM, semuanya kita kirim ke luar negeri. Kelak jika mereka nanti selesai belajar diharapkan akan dapat memberikan pengalaman dan pengetahuannya kepada UHN,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan Lily Surayya Eka Putri menyatakan senang dan bangga atas dipilihnya UIN Jakarta sebagai mitra UHN dalam kerja sama pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi. Ia berharap antara UIN Jakarta dan UHN menjadi mitra strategis dalam pengembangan riset dan ilmu pengetahuan.

Rombongan dari UHN foto bersama dengan pimpinan UIN Jakarta.

“Semoga kerja sama antara UIN Jakarta dan UHN dapat terus berlangsung. Banyak program yang ingin kita kembangkan bersama,” ucapnya.

UHN I Gusti Bagus Sugriwa Bali resmi menjadi universitas dari sebelumnya bernama Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) pada 23 Januari 2020. UHN baru memiliki tiga fakultas, yakni Fakultas Dharma Acarya dengan lima program studi, Fakultas Dharma Duta dengan tiga program studi, dan Fakultas Brahma Widya dengan tiga program studi.

Sementara untuk Program Pascasarjana, UHN membuka Program Studi Magister Dharma Acarya, Program Studi Magister Brahma Widya, Program Studi Magister Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali, Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Hindu, dan Program Studi Doktor Ilmu Agama. (ns)

Foto-foto: Hermanuddin (Humas)

Share This