Yogyakarta, BERITA UIN Online— UIN Jakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sepakat mempererat kerjasama pendidikan, riset, dan pengabdian bidang kedokteran. Kesepakatan dituangkan dalam naskah kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) UIN Jakarta-UGM Yogyakarta yang ditandatangani kedua rektor masing-masing, Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Lubis dan Rektor UGM Yogyakarta Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU.

Penandatanganan MoU sendiri dilakukan di Ruang Sidang Pimpinan UGM Yogyakarta, Senin (24/06/2019).  Turut menghadiri penandatangan MoU para pimpinan dari kedua universitas. Dari UIN Jakarta, turut menyaksikan kegiatan Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UIN Jakarta dr. Hari Hendarto, Sp.PD-KEMD Ph.D dan Guru Besar UIN Jakarta Prof. Dr. dr. H. Sardjana, Sp.OG., S.H.

Dari UGM, turut menghadiri penandatanganan MoU sejumlah pimpinan seperti Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D, Direktur Penelitian Prof. Dr. Mustofa, Apt., M.Kes., Direktur Kemitraan, Alumni dan Urusan Internasional Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc, Direktur Pendidikan dan Pengajaran Dr. Agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih.

Bahkan, turut menyaksikan penandatanganan kedua lembaga pendidikan tinggi Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Drs. KH Yudian Wahyudi, MA, Ph.D. Prof Yudian hadir sebagai tamu undangan sekaligus pimpinan perguruan tinggi mitra UIN Jakarta maupun UGM Yogyakarta.

Usai penandatanganan kerjasama, kedua pimpinan universitas saling menyampaikan apresiasi dan harapan agar kerjasama kedua lembaga bisa terus meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian bidang kedokteran masing-masing universitas. Dalam sambutannya, Prof Amany berharap kerjasama bisa mendorong pengembangan akademik dan riset keilmuan sains bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat di UIN Jakarta.

 “Universitas Gadjah Mada, sebagai perguruan tinggi nasional terdepan di bidang sains,kedokteran, merupakan guru yang tepat bagi UIN Jakarta. Kami sendiri menempatkan UGM sebagai benchmarking (pengembangan prodi keilmuan sains dan kedokteran UIN Jakarta, red.),” paparnya.

Seiring transformasi dari IAIN menjadi UIN pada 2002, tuturnya, UIN Jakarta membuka Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan pada 2005 sebelum dimekarkan menjadi Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Keberadaan fakultas ini merupakan amanat yang harus dipenuhi seiring perubahan status menjadi UIN.

Berbeda dengan fakultas kedokteran di berbagai universitas negeri lainnya, sambung Rektor, Fakultas Kedokteran UIN Jakarta dibuka dengan pendekatan integrasi Islam dan ilmu pengetahuan. Melalui pendekatan ini, Islam dan ilmu pengetahuan saling mengisi untuk kemudian menghasilkan sarjana dengan penguasaan keilmuan dan spirit keislaman. “Alhamdulillah sejak 2002, Fakultas Kedokteran UIN Jakarta, sudah meluluskan banyak sarjana dan profesi dokter,” tambahnya.

Di tepi lain, Prof Panut mengapresiasi langkah UIN Jakarta membangun kerjasama dengan UGM. Ia berharap kerjasama ini bisa secepatnya terealisasikan dalam aksi-aksi nyata kerjasama di bidang kedokteran antara kedua universitas. “Mudah-mudahan kerjasama ini dapat kita tindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan nyata untuk kerjasama yang awalnya bidang kedokteran,” harapnya.

Prof Panut juga berharap kerjasama bisa dilakukan fakultas-fakultas rumpun keilmuan selain kedokteran di lingkungan UIN Jakarta. Tidak hanya rumpun keilmuan sains, melainkan juga keagamaan. UGM sendiri, jelasnya, memiliki 12 fakultas, dua sekolah pascasarjana dan 275 prodi berbagai bidang keilmuan bahkan program studi-studi agama hasil kerjsama UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Dutawacana.

“Tentu dengan kerjasama ini, kita bisa lahirkan kyai-kyai yang ilmuwan-ilmuan, kyai-kyai yang dokter dan lainnya sehingga akan lebih bermanfaat bagi kemakmuran dan kesejahteraan bangsa,” paparnya lagi.

Dekan FK UIN Jakarta menyampaikan terimakasih atas kesediaan Rektor UIN Jakarta yang mendorong fakultasnya untuk membangun kerjasama pengembangan pendidikan, riset dan pengabdian dengan mitra universitas-universitas terbaik seperti UGM. Ia berharap kerjasama demikian bisa meningkatkan ikhtiar FK UIN Jakarta dalam menghasilkan lulusan-lulusan terbaik. (zm/foto hari h.)

Share This