Aula Student Center, BERITA UIN Online – UIN Jakarta kembali kedatangan rombongan para pelajar. Tamu kali ini berasal dari pelajar kelas 10 dan 11 Madrasah Aliyah (MA) Mathla’ul Anwar Menes, Pandeglang, Banten.

Rombongan yang dipimpin Kepala MA Mathla’ul Anwar Muhajirin itu berjumlah 260 orang, terdiri atas 250 pelajar dan 10 guru. Mereka diterima Staf Humas UIN Jakarta Nanang Syaikhu di Aula Student Center, Kamis (16/1/2020).

Kepala MA Mathla’ul Anwar Muhajirin mengatakan, kunjungan rombongan yang dipimpinnya ke UIN Jakarta bertujuan untuk mengenalkan para pelajar tentang perguruan tinggi. Pengenalan perguruan tinggi sejak dini penting dilakukan. Hal itu akan memberikan motivasi kepada para pelajar untuk melanjutkan sekolah dan menentukan pilihan perguruan tinggi serta program studi yang akan diambil nanti.

“Kalau pelajar kelas 12 sudah punya pilihan (perguruan tinggi) masing-masing. Karena itu kami mengenalkan sejak dini kepada para pelajar kelas 10 dan 11 agar mereka bersiap memilih perguruan tinggi yang sesuai minat mereka,” katanya.

Menurut dia, UIN Jakarta sudah lama dikenal di kalangan sivitas akademika MA Mathla’ul Anwar. Bahkan sejak zaman IAIN sampai sekarang, banyak pelajar dari MA Mathla’ul Anwar yang melanjutkan ke UIN Jakarta.

“Guru-guru di MA Mathla’ul Anwar juga banyak lulusan dari sini (UIN Jakarta, Red),” ujarnya.

Nanang Syaikhu dalam sambutannya yang mewakili pimpinan UIN Jakarta mengatakan, UIN Jakarta merupakan kampus negeri. Setiap anak bangsa boleh kuliah di UIN Jakarta, termasuk bagi para penyandang disabilitas. Bahkan bagi non muslim pun boleh saja kuliah asal mengikuti peraturan yang ada.

UIN Jakarta juga merupakan kampus terbuka dalam mengembangkan pemikiran keislaman. Karena itu belajar Islam di UIN Jakarta tidak ekseklusif melainkan bebas dan dinamis sesuai perkembangan zaman.

“Kita belajar Islam tidak mendasarkan hanya kepada satu mazhab tertentu melainkan lintas mazhab,” jelasnya.

Melalui cara belajar seperti diharapkan mahasiswa UIN Jakarta memiliki cakrawala berpikir yang luas dan luwes atau tidak kaku. Karena itu pula mahasiswa UIN Jakarta lebih toleran dan saling menghargai satu sama lain.

“Jadi di UIN Jakarta tidak ada Islam NU, Islam Muhammadiyah atau Islam Persis. Di UIN Jakarta yang ada adalah Islam rahmatan lil’alamin,” tandas Nanang.

Kunjungan rombongan berlangsung selama sekira dua jam. Mereka mendapatkan informasi tentang penerimaan mahasiswa baru yang disampaikan staf Humas Taufan Maulana. (ns)

Share This