Ruang Uni Club, BERITA UIN Online – Sebanyak 27 peserta global volunteer Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) mengunjungi kampus UIN Jakarta, Selasa (6/8/2019). Kedatangan para volunteer dari 13 negara itu bertujuan untuk mengenalkan program kerja mereka selama mengikuti kegiatan volunteer di Indonesia.

Kedatangan delegasi diterima Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Andi Faisal Bakti dan Ketua Pusat Layanan Kerja Sama Internasional (PLKI) Dadi Darmadi di ruang Uni Club Auditorium Harun Nasution. Juga hadir sejumlah staf PLKI dan Humas UIN Jakarta.

Andi Faisal Bakti menyampaikan selamat datang di kampus UIN Jakarta. Ia mengaku senang dengan kedatangan delegasi dari berbagai negara dan berharap dapat menikmati apa yang ada di Indonesia.

“Silakan nikmati tentang Indonesia, baik keadaan alamnya maupun kulinernya,” katanya.

Andi juga menjelaskan tentang UIN Jakarta sebagai salah satu universitas ternama di dunia. Saat ini, katanya, UIN Jakarta merupakan universitas unggulan yang diakui di dunia internasional. Universitas ini tak hanya menerima mahasiswa dari dalam negeri tetapi juga luar negeri.

UIN Jakarta memiliki 12 fakultas dan sekolah pascasarjana serta 56 program studi. Jumlah mahasiswanya mencapai lebih dari 24.000 dengan sekira 1.500 tenaga dosen dan staf.

Mahasiwa UIN Jakarta juga banyak aktif di organisasi, baik di dalam maupun di luar kampus. Selain itu, mahasiswa UIN Jakarta banyak yang melakukan kegiatan internasional, seperti menjadi volunteer atau kegiatan prestasi di berbagai negara.

“Kegiatan mahasiswa UIN Jakarta juga ada yang berupa kuliah kerja nyata (KKN), di dalam dan di luar negeri,” katanya.

Sementara itu, Vice President of Incoming Global Volunteer at AIESEC untuk wilayah Kota Tangerang Selatan yang juga pemimpin delegasi, Fitri Febrina, mengemukakan, program global volunteer di Indonesia tahun ini diikuti oleh 27 peserta dari 13 negara di Asia, Eropa, dan Amerika. Negara-negara peserta yang ikut berpartisipasi di antaranya China, Kanada, Bahrain, India, Jepang, Thaiwan, Inggris, dan Qatar.

Para peserta berada di Indonesia selama enam minggu hingga 28 Agustus 2019. Fokus kegiatan mereka di antaranya pada pengembangan dan pemberdayaan mayarakat. Sedangkan wilayah yang menjadi sasaran program tahun ini adalah Kota Tangerang Selatan, Banten.

Selama menjadi volunteer, jelas Fitri,  para peserta bermukim di rumah-rumah penduduk dan berbaur dengan masyarakat. Proram unggulannya hanya dua, yakni pengembangan entrepreneurship khususnya pada usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) di kalangan anak muda (global youthpreneur) dan kesehatan masyarakat (global healer project).

“Meskipun mereka (para volunteer, Red) berasal dari disiplin ilmu yang berbeda-beda, namun mereka berusaha untuk menguasainya,” kata mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta itu.

“Tapi sebelum mereka terjun ke masyarakat terlebih dahulu dilalukan asesmen dan persiapan,” imbuhnya. (ns)

Share This