Aceh, BERITA UIN Online – UIN Jakarta menerima penghargaan bidang kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Acara penganugerahan dilakukan pada acara Forum Nasional Kesehatan Masyarakat ke-2 dan Syiah Kuala International Conference Medicine and Health Science ke-3 di kampus Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Aceh Nanggroe Darussalam, Rabu (9/10/2019).

Penghargaan diberikan langsung Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan drg Oscar Primadi atas nama Menteri Kesehatan Nila Moeloek kepada Rektor UIN Jakarta Amany Lubis. Penghargaan serupa juga diberikan kepada 20 peguruan tinggi lain di Indonesia.

Rektor Amany Lubis menyambut gembira atas penganugerahan tersebut. Ia juga merasa bersyukur bahwa UIN Jakarta mendapat kepercayaan dari Kemenkes dalam menggerakkan masyarakat hidup sehat dan pelayanan kesehatan.

“UIN Jakarta selama ini aktif menjadi mitra Kemenkes dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah, seperti pengembangan model pondok pesantren sehat,” ujar Rektor seusai menerima penghargaan.

Model ini di antaranya dilakukan oleh Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIN Jakarta bekerja sama dengan Kemenkes dan Kementerian Agama (Kemenag).

Menurut Rektor, pesantren merupakan masyarakat sub-komunal yang selama ini belum tergarap optimal tingkat kesehatannya. Oleh karena itu, lewat kerja sama dengan Kemenkes dan Kemenag, UIN Jakarta melakukan koordinasi lebih intensif dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan santri. ‘

Beberapa kegiatan yang tercakup dalam pengembangan “Model Pesantren Sehat” ini di antaranya berupa pelatihan dan pembinaan santri husada, yaitu santri yang mampu menjadi penggerak hidup sehat di pesantren dan juga pelatihan kantin dan dapur sehat, halal dan thayyib sebagai salah satu ujung tombak pengembangan gizi santri.

“Semua kegiatan itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan santri di pondok pesantren,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Dekan Fikes Zilhadia, ada tiga alasan UIN Jakarta diberi penghargaan. Pertama, UIN Jakarta melalui Fikes selama ini dianggap aktif mengembangkan pola kemitraan dalam mendukung aksi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui pendekatan budaya seperti di daerah tertinggal di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Kedua, UIN Jakarta dan Fikes berhasil mengadakan kegiatan swakelola fasilitasi Satuan Karya (Saka) Bakti Husada Gerakan Pramuka dalam mendukung program Germas Kemenkes. Sedangkan alasan ketiga, UIN Jakarta melalui FK, aktif mengembangkan program pesanten sehat terpadu dan terintegrasi dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan santri di sejumlah daerah di Indonesia.

“Untuk alasan kedua, saat ini ada tiga kegiatan yang telah dan akan berlangsung yang mendukung Germas, yakni berupa kegiatan Karang Pamitran Saka Bakti Husada, Orientasi Saka Bakti Husada, dan Kursus Saka Bakti Husada untuk tingkat regional dan nasional,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kemenkes tahun ini memberikan penghargaan di bidang kesehatan kepada 21 perguruan tinggi di Indonesia sebagai mitra layanan kesehatan. Perguruan tinggi lain yang menerima penghargaan di antaranya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Hasanuddin Makassar, dan Universitas Indonesia.

Program kerja sama kemitraan dengan perguruan tinggi di antaranya bertujuan guna meningkatkan perguruan tinggi dalam mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2, 3, 5, dan 6 yang terkait bidang kesehatan. Kerja sama melalui pendekatan Tri Dharma Perguruan Tinggi terebut karena perguruan tinggi memiliki peran penting dalam kajian, pemberdayaan masyarakat, penguatan program dan kebijakan, serta advokasi dan evaluasi. (ns)

Share This