Ruang Diorama, BERITA UIN Online – UIN Jakarta menerima kunjungan studi banding dari IAIN Kudus, Jawa Tengah, dan IAIN Batusangkar, Sumatera Barat, Kamis (2/12/2021). Kunjungan studi banding di antaranya membicarakan mengenai pengelolaan mahasiswa asing.

Acara kunjungan berlangsung di Ruang Diorama Gedung Auditorium Harun Nasution. Selain untuk studi banding, IAIN Kudus yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Ihsan menandatangani kerja sama dengan UIN Jakarta yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Arif Subhan.

Dalam acara tersebut dari UIN Jakarta di antaranya hadir Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (Biro AAKK) Jaenuddin serta Ketua Pusat Layanan Kerja Sama Internasional (PLKI) Dadi Darmadi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Arif Subhan memberikan ucapan selamat datang dan berharap kunjungan studi banding dapat menjadi wadah untuk saling bertukar pikiran.

Ia juga berterima kasih kepada kedua IAIN yang telah memilih UIN Jakarta sebagai tujuan studi banding dan kerja sama.

“Semoga hasil pertemuan ini akan membawa kemajuan bagi lembaga masing-masing,” katanya.

Ketua PLKI Dadi Darmadi mengatakan bahwa UIN Jakarta hingga kini terus melakukan internasionalisasi kampus. Caranya dengan banyak bekerja sama dengan pihak asing dan membuka program-program kegiatan bertaraf internasional.

“Kerja sama internasional yang masih aktif hingga kini ada 69 kerja sama dari 32 negara,” ujarnya.

Tak hanya itu, UIN Jakarta juga terus membuka diri dalam penerimaan mahasiswa asing dari berbagai negara. Saat ini jumlah mahasiswa asing yang kuliah di UIN Jakarta ada sekira 300 mahasiswa. Mereka tersebar di berbagai program studi.

“Di UIN Jakarta, mahasiswa asing bisa menerima informasi dari berbagai sumber, mulai dari prodi, fakultas, atau langsung ke PLKI. Kedepannnya PLKI ingin mememiliki aplikasi online, karena selama ini masih melalui email dengan pengisian borang,” jelasnya.

Dadi menambahkan bahwa dalam penerimaan mahasiswa asing tersebut, UIN Jakarta sangat selektif, terutama untuk Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan.

Di kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Kudus Ihsan menjelaskan bahwa IAIN Kudus perlu terus belajar dan memberanikan diri untuk mengembangkan kerja sama.

IAIN Kudus saat ini memiliki 11 mahasiswa asing yang berasal dari beberapa negara di ASEAN. Fasilitas yang disediakan pihak kampus di antaranya berupa living cost  per bulan dan pembebasan uang kuliah.  Selain itu juga tersedia fasilitas ma’had atau asrama.

Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Batusangkar Ridwal Trisoni mengatakan, sebagai perguruan tinggi keagamaan yang usianya masih baru, IAIN Batusangkar masih perlu banyak belajar ke UIN Jakarta, terutama mengenai sistem penerimaan mahasiswa baru hingga tracer study (pelacakan alumni)

“IAIN Batu sangkar baru mulai mengembangkan e-campus. Namun, sistem tersebut belum berjalan optimal,” katanya.

Menurut Ridwal, saat ini IAIN Batusangkar memiliki 13 mahasiswa asing. Ia berharap di masa mendatang jumlah mahasiswa asing tersebut dapat terus meningkat, terutama dengan adanya program pembinaan bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing. (ns/lisnawati)

Share This