Auditorium, BERITA UIN Online – UIN Jakarta menggelar sosialisasi sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2019/2020. Acara sosialisasi dilakukan di Auditorium Harun Nasution, Rabu (30/1/2019), bersamaan dengan pembukaan UIN Education Expo ke-5 tahun 2019.

Sosialisasi seleksi penerimaan mahasiswa baru diberikan kepada para siswa kelas 12. Mereka berasal dari berbagai sekolah (SMA/MA/SMK) di kawasan Jabodetabek yang akan memasuki perguruan tinggi. Materi sosialisasi disampaikan Kepala Subbagian Publikasi dan Dokumentasi Syamsuddin.

Menurut Syamsuddin, penerimaan calon mahasiswa baru masuk UIN Jakarta dilakukan melalui lima jalur masuk, yakni SNMPTN, SBMPTN, SPAN PTKIN, UM PTKIN, dan SPMB Mandiri. Kelima jalur tersebut dibuka dengan sistem dan waktu berbeda. SNMPTN dan SPAN PTKIN merupakan sistem seleksi nasional yang didasarkan kepada prestasi akademik (rapor) dan non akademik, sedangkan SBMPTN dan UM PTKIN merupakan sistem seleksi nasional dalam bentuk ujian tertulis (kertas) dan komputer.

“Adapun SPMB Mandiri merupakan sistem seleksi atau ujian mandiri (lokal) yang diselenggarakan oleh UIN Jakarta dalam bentuk ujian tertulis,” ujarnya.

Program studi (prodi) yang ditawarkan di jalur SNMPTN dan SBMPTN di UIN Jakarta adalah bidang umum, sementara jalur SPAN-UM PTKIN adalah prodi keagamaan. Adapun pada jalur SPMB Mandiri, prodi yang ditawarkan keduanya, yakni umum dan agama.

Syamsuddin mengatakan, penerimaan mahasiswa baru di UIN Jakarta yang dibuka melalui kelima jalur tersebut saat ini sudah dapat dilakukan, kecuali melalui SNMPTN dan SPMB Mandiri. “Jalur SNMPTN sudah ditutup pada 25 Januari lalu pada tahap proses pengisian dan verifikasi PDSS. Sedangkan SPMB Mandiri hingga kini belum dibuka karena masih proses persiapan,” jelasnya.

Pangkalan Data Sekolah dan Siswa atau PDSS adalah pengisian data oleh pihak sekolah yang berisikan rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswa. PDSS merupakan basis data yang dijadikan sumber utama data SNMPTN.

Syamsuddin juga menjelaskan, setiap siswa atau sekolah harus memperhatikan dengan cermat seluruh tahapan pendaftaran yang dibuka pada masing-masing jalur. Selain itu juga harus paham mekanisme dan alur pendaftarannya.

“Oleh karena itu saya menyarankan agar para siswa aktif bertanya jika masih ada informasi pendaftaran yang belum jelas,” katanya. (ns)

Share This