Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – UIN Jakarta mengadakan sosialisasi kampus di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Arab Saudi secara virtual pada acara Education Expo SILN 2021, Senin (22/11/2021). Acara sosialisasi diikuti para pelajar kelas XI dan XII tingkat sekolah menengah atas dari empat kota, yaitu Riyadh, Jeddah, Madinah, dan Makkah.

Education Expo dibuka Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Badrus Sholeh serta dihadiri Kepala SILN Riyadh Mustajib dan Kepala SILN Jeddah Sutikno. Turut pula memberi sambutan Rektor UIN Jakarta Amany Lubis. Sedangkan sosialisasi disampaikan Nanang Syaikhu dari Humas UIN Jakarta sebagai narasumber.

Dalam pengantarnya Badrus Sholeh mengatakan, Education Expo SILN di Arab Saudi digelar setiap tahun. Tujuannya guna mengenalkan kampus UIN Jakarta kepada para pelajar yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Menurut mantan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Jakarta itu, animo para pelajar di Arab Saudi untuk melajutkan ke UIN Jakarta cukup tinggi. Karena itu informasi tentang UIN Jakarta diperlukan agar para pelajar dapat mengetahuinya secara lebih luas.

“Para pelajar SILN di Arab Saudi sangat antusias untuk belajar di UIN Jakarta. Jadi, Education Expo ini merupakan ruang yang tepat bagi mereka untuk mengetahui informasi UIN Jakarta,” katanya.

Badrus menambahkan bahwa dari tahun ke tahun sudah banyak lulusan SILN Arab Saudi diterima di UIN Jakarta. Karena itu ia berharap di tahun akademik 2022/2023 mendatang UIN Jakarta dapat menerima lebih banyak lagi.

“Pelajar SILN di Arab Saudi rata-rata menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Hal itu menjadi modal bagi mereka untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di masa mendatang,” ujarnya.

Rektor UIN Jakarta mengatakan, pelajar SILN di Arab Saudi semangatnya terlihat luar biasa. Mereka merupakan calon generasi penerus yang kreatif dan terampil.

“Kalian harus perkuat belajar bahasa Arab dan Inggrisnya. Insya Allah hal itu akan menjadi modal bagi masa depan kalian, kini dan di masa mendatang,” katanya.

Sementara itu, Nanang Syaikhu dalam paparannya menjelaskan bahwa secara struktur kelembagaan UIN Jakarta merupakan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) di bawah Kementerian Agama. Selain UIN, PTKIN lainnya adalah IAIN dan STAIN yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Namun, di antara 58 PTKIN yang ada di Indonesia, UIN Jakarta merupakan PTKIN tertua dan pertama setelah UIN Yogyakarta.

UIN Jakarta kini memiliki 12 fakultas dengan 56 program studi S1, lima program studi pendidikan profesi, 11 pascasarjana S2, dan dua pascasarjana S3.

Sedangkan untuk seleksi masuknya, menurut Nanang, UIN Jakarta memiliki lima jalur seleksi, yaitu SPAN PTKIN, SNM PTN, UM PTKIN, SBM PTN, Ujian Mandiri, dan program kerja sama atau kemitraan.

“Besaran biaya kuliah di UIN Jakarta bervariasi dan nilainya berbeda untuk setiap program studi. Jadi, besar-kecilnya (biaya kuliah) tergantung kemampuan ekonomi orang tua atau walinya,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, UIN Jakarta juga memiliki beberapa beasiswa bagi calon mahasiswa yang diterima. Antara lain Kartu Indonesia Pintar (KIP), Badan Layanan Umum (BLU), Karya Salemba Empat (KSE), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Yayasan Beasiswa Jakarta (YBJ), dan Badan Amil Zakat Nasional (Basnas).

“Beasiswa diberikan jika mahasiswa memenuhi syarat sesuai ketentuan masing-masing lembaga pemberi beasiswa,” jelasnya. (ns)

Share This