Depok, BERITA UIN Online – Menjelang penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021, UIN Jakarta terus gencar mengadakan kegiatan sosialisasi kampus di sekolah. Kali ini, kegiatan sosialisasi digelar di Madrasah Aliyah (MA) Al-Hamidiyah Pancoranmas, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020).

Acara sosialisasi dihadiri oleh sedikitnya 90 siswa kelas 12 dari jurusan IPA, IPS, dan Keagamaan. Juga hadir Kepala MA Al-Hamidiyah Suyatno yang didampingi sejumlah dewan guru. Sosialisasi dilakukan oleh staf Humas UIN Jakarta Nanang Syaikhu.

Dalam sambutannya, Suyatno menyambut positif dengan diadakannya acara sosialisasi dan pemberian informasi mengenai UIN Jakarta. Sebab, menurut dia, UIN Jakarta merupakan perguruan tinggi negeri yang baru pertama mengunjungi Pesantren Al-Hamidiyah.

“Para siswa juga tentu ingin mengetahui secara detail seperti apa mekanisme penerimaan mahasiswa baru di UIN Jakarta,” Katanya.

Suyatno juga menyampaikan terima kasih kepada UIN Jakarta atas sejumlah lulusan MA Al-Hamidiyah yang sebelumnya telah diterima sebagai mahasiswa. Menurut Suyatno, jumlah lulusan yang diterima di UIN Jakarta tahun lalu ada 19 orang. Mereka tersebar di beberapa fakultas dan jurusan.

“Mudah-mudahan tahun ini juga akan banyak yang kembali diterima di UIN Jakarta,” harapnya.

Suyatno mengutarakan pihaknya ingin para santri dan siswa MA Al-Hamidiyah yang diasuhnya agar banyak memilih UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi tujuan untuk melanjutkan kuliah. Sebab, menurut dia, program studi di UIN Jakarta terbilang lengkap sehingga tanpa harus mencari perguruan tinggi lain. Bahkan dari segi jarak UIN Jakarta cukup dekat dari domisili masing-masing siswa serta mudah diakses kendaraan.

Nanang Syaikhu dalam paparannya menjelaskan, UIN Jakarta saat ini memiliki 12 fakultas dan 56 program studi S1 ditambah empat program pendidikan profesi, yakni Pendidikan Profesi Guru, Profesi Dokter, Profesi Apoteker, dan Profesi Ners. Selain itu, UIN Jakarta juga membuka program pendidikan tingkat lanjut seperti magister (S2) dan doktor (S3), baik di fakultas maupun di sekolah pascasarjana.

Menurut Nanang, program magister dan doktor yang berada di fakultas merupakan program pendidikan yang bersifat monodisiplin. Sementara program magister dan doktor di sekolah pascasarjana bersifat multidisiplin.

“Program magister dan program doktor di fakultas merupakan kelanjutan dari program sarjana S1 dengan banyak program studi. Sedangkan program magister dan program doktor di sekolah pascasarjana hanya membuka satu program studi, yakni Pengkajian Islam,” ujarnya.

Nanang juga menjelaskan penerimaan calon mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 di UIN Jakarta memiliki enam jalur seleksi. Dua jalur ditempuh lewat prestasi akademik siswa di sekolah, seperti SNMPTN dan SPAN PTKIN serta tiga jalur lewat ujian tulis berbasis komputer (UTBK), seperti SBMPTN, UM PTKIN, dan SPMB Mandiri.

“Satu jalur seleksi lagi ditempuh lewat program kerja sama, seperti dengan Kementerian Agama dan pemerintah daerah untuk program beasiswa santri berprestasi,” jelasnya. (ns)

Share This