Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Kuota calon mahasiswa baru UIN Jakarta tahun akademik 2019/2020 menyediakan 1.403 kursi di jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN). Persentasenya sama dengan jalur SBMPTN, yakni sebesar 40 persen, atau lebih besar dari jalur SPAN PTKIN, SNMPTN, dan SPMB Mandiri yang masing-masing hanya 30 persen.

“Besaran persentase tersebut sama dan sebanding antara penerimaan untuk program studi umum dan program studi keagamaan,” kata Kepala Humas UIN Jakarta Syamsuddin kepada BERITA UIN Online di gedung Rektorat, Selasa (12/2/2019).

Jalur UM PTKIN merupakan seleksi masuk UIN Jakarta melalui tes tulis dan diselenggarakan secara nasional bersama PTKIN (UIN/IAIN/STAIN) lain. Jalur ini menawarkan program studi (prodi) keagamaan, termasuk program tadris di fakultas tarbiyah.

Menurut Syamsuddin, pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 ini, UIN Jakarta menawarkan sedikitnya 30 prodi. Ke-30 prodi itu tersebar di tujuh fakultas, yakni Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sebanyak 10 prodi dengan total kuota penerimaan sebesar 451 kursi, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) sebanyak tiga prodi (176 kursi), Fakultas Ushuluddin (FU) sebanyak lima prodi (200 kursi), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) sebanyak lima prodi (176 kursi), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) sebanyak empat prodi (240 kursi), dan Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) sebanyak satu prodi (64 kursi), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebanyak dua prodi (96 kursi).

Adapun masing-masing daya tampung per prodi di setiap fakultas diperoleh angka yang bervariasi. FITK pada Prodi Pendidikan Agama Islam menetapkan kuota sebesar 48 kursi, Pendidikan Bahasa Arab (48 kursi), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (42 kursi), Pendidikan Bahasa Inggris (48 kursi), Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (48 kursi), Pendidikan Biologi (38 kursi), Pendidikan Fisika (38 kursi), Manajemen Pendidikan (42 kursi), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (56 kursi), dan Pendidikan Anak Usia Dini (42 kursi).

FAH sebanyak tiga prodi, yakni Bahasa dan Sastra Arab sebanyak 64 kursi, Sejarah dan Kebudayaan Islam (64 kursi), dan Tarjamah (48 kursi); FU sebanyak lima prodi, yakni Studi Agama-Agama (28 kursi), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (80 kursi), Ilmu Hadis (49 kursi), Akidah dan Filsafat Islam (28 kursi), Ilmu Tasawuf (16 kursi); FSH sebanyak lima prodi, yakni Perbandingan Mazhab sebanyak 48 kursi, Hukum Keluarga (48 kursi), Hukum Tata Negara (16 kursi), Hukum Pidana Islam (12 kursi), dan Hukum Ekonomi Syariah (48 kursi).

FDIK sebanyak empat prodi, yakni Komunikasi dan Penyiaran Islam sebesar 96 kursi, Bimbingan dan Penyuluhan Islam (48 kursi), Manajemen Dakwah (64 kursi), dan Pengembangan Masyarakat Islam (32 kursi); FEB sebanyak dua prodi, yakni Perbankan Syariah sebesar 48 kursi dan Ekonomi Syariah sebesar 48 kursi. Sementara FDI dengan satu prodi hanya menerima kuota sebesar 64 kursi.

Sesuai jadwal, jalur UM PTKIN mulai dibuka pada 2-30 April mendatang secara online. Sedangkan seleksi tulis digelar pada 28 Mei 2019 di masing-masing PTKIN di Indonesia. “Untuk lokasi ujian, peserta boleh memilih sesuai pilihan prodi dan PTKIN tujuan,” kata Syamsuddin. (ns)

Share This