Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – UIN Jakarta menyalurkan dana bantuan kemanusiaan untuk para korban bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Hingga berita ini diturunkan pada Jumat (19/10/2018), jumlah dana yang telah disalurkan mencapai angka Rp 83.581.600.

Demikian dikatakan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Subarja kepada BERITA UIN Online di gedung Rektorat, Jumat (19/10/2018). Menurut dia, penyaluran dana bantuan tidak diberikan langsung ke lokasi bencana melainkan melalui Kementerian Agama.

“Bantuan UIN Jakarta tidak disalurkan langsung ke Palu melainkan berkoordinasi dengan Kementerian Agama. Jadi, Kementerian Agama yang akan menyalurkan bantuan tersebut,” ujar Subarja.

Menurut Subarja, sesuai Surat Edaran Kementerian Agama pada 1 Oktober 2018, bantuan dari seluruh perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN) maupun kantor wilayah, harus disalurkan secara terpusat ke Kementerian Agama. Setelah itu Kementerian Agama akan menyalurkannya kepada yang berhak, dalam hal ini para korban gempa dan tsunami.

“Jadi, mekanismenya seperti itu. Seluruh bantuan disalurkan melalui Kementerian Agama,” katanya.

Subarja mengatakan, UIN Jakarta ikut prihatin dengan gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, terutama Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Keprihatinan yang sama juga diberikan kepada kampus IAIN Palu yang hancur disapu tsunami. Oleh karena itu UIN Jakarta ikut peduli dan wajib memberikan bantuan kepada para korban meskipun semampunya.

“Pokoknya kita bantu sebisanya untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang ada di sana (Palu dan Donggala),” katanya.

Berdasarkan catatan, bantuan kemanusian untuk para korban gema dan tsunami di Palu dan Donggala tak hanya dilakukan oleh UIN Jakarta secara terpusat. Penggalangan dana dan bantuan yang sama juga dilakukan oleh Bagian Perencanaan serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ranita di UIN Jakarta.

Dari catatan yang ada, bantuan yang diberikan oleh Bagian Perencanaan UIN Jakarta melalui Forum Bagian Perencanaan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) se-Indonesia sebesar Rp 2,5 juta. Adapun melalui Ranita, bantuan kemanusiaan yang terkumpul hingga 18 Oktober 2018 pukul 22.20 WIB mencapai angka Rp 107.476.800. Dana bantuan berasal dari warga sivitas akademika dan masyarakat sekitar kampus, baik yang bersifat perseorangan maupun kelembagaan. (ns)

Share This