Jakarta, BERITA UIN Online – Guna mengembangkan kerja sama internasioal, UIN Jakarta mengumpulkan para diplomat asing dari sejumlah negara di kawasan Asia, Eropa, Afrika, Amerika, dan Australia. Acara yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (14/3/2019), itu dihadiri oleh sekitar 40 duta besar dan perwakilan negara asing di Jakarta.

Sementara dari UIN Jakarta, acara dihadiri Rektor Amany Lubis, para wakil rektor, dekan, direktur sekolah pascasarjana, serta beberapa kepala lembaga. Selain itu, juga tampak guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Jakarta Din Syamsuddin.

Pertemuan dengan para diplomat asing tersebut berlangsung sederhana dan penuh suasana keakraban. Mereka saling mengenalkan diri masing-masing, seperti dari Iran, Belgia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Kanada.

Rektor Amany Lubis berterima kasih kepada para duta besar dan perwakilan negara asing yang telah hadir pada Partnership and Cooperation Reception UIN Jakarta and Foreign Countries tersebut. Ia berharap pertemuan akan membawa manfaat yang besar bagi kemajuan bersama.

“Untuk mejadi pusat pengembangan keilmuan dan keislaman yang moderat di Indonesia dan dunia, UIN Jakarta akan terus berkontribusi dalam mengembangkan keilmuan dan keislamannya,” katanya saat membuka acara.

Rektor mengatakan, dari sisi kelembagaan, UIN Jakarta saat ini sudah banyak memiliki prestasi yang  cukup membanggakan. Antara lain memperoleh akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN QA), Webometric Ranking, dan QS Start Rated for Excellence.

Capaian prestasi lain, misalnya pada bidang riset dan publikasi internasional, UIN Jakarta sudah menghasilkan sebanyak 768 artikel terpublikasi, 156 kepemilikan hak cipta, dan 124 dokumen hasil kolaborasi riset dengan peneliti dari universitas terbaik di dunia.

“Oleh karena itu kerja sama dengan berbagai universitas di negara-negara tersebut terlaksana dengan baik, sehingga UIN Jakarta akan lebih dikenal luas di mancanegara,” ungkapnya.

Sejumlah diplomat asing itu sendiri menyambut positif adanya penjajakan kerja sama di forum tersebut. Dengan bertemu langsung seperti itu akan diketahui kerja sama bidang apa saja yang sesuai dengan kepentingan universitas dan masyarakat.

Rektor menegaskan bahwa kerja sama akan difokuskan pada bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Bidang pendidikan dimaksud mencakup kepentingan 12 fakultas yang ada di UIN Jakarta, termasuk sekolah pascasarjana, yaitu agama, sains dan teknologi, humaniora, kedokteran, sosial, dan ekonomi.

“Insya Allah, kerja sama semua ini semata-mata dilakukan untuk kemajuan UIN Jakarta,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Andi Faisal Bhakti mengatakan, dalam pertemuan tersebut, kerja sama yang ditawarkan di antaranya dalam bentuk student exchange, research collaboration (inbound dan outbond), visiting professor, serta pengiriman staf UIN Jakarta ke universitas mitra untuk belajar, seperti bidang administrasi dan organisasi.

“UIN Jakarta harus menjadi universitas terkemuka di dunia, karena itu pengembangan kerja sama internasional sangat penting dan strategis,” katanya. (ns/usa)

Share This