UIN Jakarta Gelar Wisuda ke-137, Wisudawan Terbaik Tekankan Pentingnya Generasi Muda

UIN Jakarta Gelar Wisuda ke-137, Wisudawan Terbaik Tekankan Pentingnya Generasi Muda

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi mengukuhkan sebanyak 2.916 wisudawan pada Wisuda ke-137 Tahun Akademik 2024/2025, yang terdiri dari Program Sarjana, Magister, dan Doktor. Wisuda berlangsung di Auditorium Harun Nasution, Sabtu (30/08/2025). 

Dari total jumlah tersebut, total 765 orang secara keseluruhan yang berasal dari Fakultas Syariah dan Hukum (266 orang), Fakultas Ekonomi dan Bisnis  (373 orang), serta Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (126 orang). 

Pada jenjang Pascasarjana, predikat wisudawan terbaik diraih oleh Jihan Inayah dari Program Magister Hukum Ekonomi Syariah, dengan IPK 3,93 yudisium cum laude. Sementara itu, di tingkat sarjana, Haikal Rizky Hakim dari Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum meraih predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,99 cum laude. Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, predikat serupa diraih oleh Annisa Dinda Rahmasari dari Program Studi Ekonomi Syariah dengan IPK 3,98 cum laude. Dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Muhammad Adam Gustian dari program studi Sosiologi dengan IPK 3,98 cum laude.

Sebagai perwakilan mahasiswa, salah satu wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Annisa Dinda Rahmasari. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan kebanggannya menjadi lulusan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Saya mewakili teman-teman wisudawan dan wisudawati ingin menyampaikan rasa hormat yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang berperan dalam perjuangan kami selama menjalani perkuliahan. Menjadi lulusan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan sebuah kebanggaan bagi kami, karena mimpi kami untuk masa depan yang penuh harapan dan cita-cita telah dimulai dari sini,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi tidak bisa dihindari, justru harus dihadapi dengan kesiapan dan pemahaman yang tepat. Ia menekankan bahwa kemajuan digital bukan sekadar fenomena teknologi, melainkan bagian dari perubahan besar yang memengaruhi kehidupan manusia.

“Inovasi digital terus berkembang dengan pesat. Kita dihadapkan pada sebuah tantangan sekaligus peluang Yaitu Era Revolusi Industri 5.0 atau Society 5.0. Konsep yang diusung pada Society 5.0 ini adalah Human Center. Artinya, peradaban masyarakat berpusat pada peran manusia sebagai penyeimbang dari pembangunan ekonomi berkelanjutan dan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang terintegrasi antara teknologi kecerdasan buatan dan kecerdasan manusia,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa gelar yang  diraih bukan hanya lambang keberhasilan akademik saja, melainkan amanah untuk terus belajar, tumbuh dan memberikan kontribusi nyata.

“Gelar yang kita terima bukan hanya lambang keberhasilan akademik, tetapi juga amanah untuk terus belajar, terus tumbuh, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan peradaban dan pembangunan negara,”jelasnya.

(Nosa Idea L./Zaenal M./ Fauziah M./Nazwa Adawiyah S./Foto : Aqilah Qurrotulaini)

Tag :