Auditorium Utama, BERITA UIN Online— Puluhan pengkaji studi-studi Al-Quran dan Hadits dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset dalam dan luar negeri memaparkan hasil kajiannya dalam International Conference on Qur’an and Hadith Studies di UIN Jakarta, Senin-Rabu (6-8/11/2017). Tak kurang 63 paper dari ratusan abstrak yang diajukan, dijadwalkan dipresentasikan pada konferensi yang digelar Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Jakarta tersebut.

Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. Masri Mansoer MA, dalam sambutannya mengungkapkan, konferensi yang menghadirkan puluhan pengkaji Al-Qur’an dan Tafsir dari berbagai lembaga pendidikan dan riset diharapkan menjadi ajang pertukaran wawasan dan pengalaman sekaligus pengayaan diskursus keilmuan kajian al-Quran dan hadits di era kontemporer. “Inilah alasan penting mengapa acara ini digelar,” terangnya.

Dalam publikasi yang didapat BERITA UIN Online, puluhan hasil penelitian para peneliti dipresentasikan dalam kelas paralel sesuai sub topik yang dibahas. Beberapa sub topiknya yaitu Issues on Methodologies of the Qur’an and Hadith Studies; Qur’an, Hadith and Social Issues: Religious Inclusiveness and Freedom; Qur’an, Hadith and Social Issues: Piety and Social Engagement; dan Methodologies of the Qur’an and Hadith Studies: Literary Theory, Humanities and Sociological Approaches to Qur’an and Hadith.

Ketua panitia konferensi, Kusmana Ph.D, menambahkan penyelenggaraan konferensi sendiri merupakan bagian penting dari ikhtiar Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta dalam mendorong pengkajian ilmu-ilmu tafsir Al-Quran dan Hadits sesuai dengan kebutuhan zaman. Agar dibaca publik lebih luas, karya-karya terpilih nantinya akan dipublikasikan prosiding yang diindeks penerbit internasional Thomson Reuters, Atlantis Press.

Selain puluhan pengkaji, konferensi internasional mengundang sejumlah narasumber utama, diantaranya Imam Besar Mesjid Istiqlal sekaligus Guru Besar Tafsir UIN Jakarta sendiri Prof. Dr. Nasaruddin Umar MA. Selain itu, Assistant Professor pada Fakultas Teologi Universitas Notre Dame USA Mun’im Sirry, Associate Professor of Religious Studies and Director of Middle East and Islamic Studies Program pada University of California Riverside Muhammad Ali, dan Chair of Islam in Southeast Asia at Georgetown University’s Prince Alwaleed Bin Talal Center for Muslim-Christian Understanding Norbani Ismail.

Dalam sambutannya, Nasaruddin menilai, pengkajian studi-studi Al-Qur’an perlu terus dikembangkan selaras dengan tantangan zaman. “Saya berharap, UIN Jakarta menjadi yang terdepan dalam pengembangan studi ini. Perkaya kajiannya, jangan hanya membaca kulitnya,” kata dia.

Sementara Mun’im berpendapat, pengkajian tafsir Al-Quran di berbagai perguruan tinggi Barat semakin berkembang. Menurutnya, banyak akademisi Barat yang tertarik untuk mengkaji dan meneliti kandungan Al-Quran dari beragam perspektif keilmuan. “Studi Al-Quran menemukan masa Golden Age-nya. Bukan hanya masyarakat dan akademisi Muslim, Masyarakat dan akademisi Barat juga banyak yang tertarik mengkajinya,” katanya. (farah nh/yuni nurkamaliah/zm)

Share This