Auditorium Utama, BERITA UIN Online— UIN Jakarta menggelar Dies Natalis Milad ke-61. Acara yang mengusung tema Menjadi Universitas Bereputasi Internasional tersebut, dibuka oleh Ketua Senat Universitas Prof Dr Atho Mudzar MA tersebut, dilaksanakan di Auditorium Harun Nasution, Kampus I UIN Jakarta, Kamis (16/08).

Acara yang digelar sebagai ucapan syukur atas pencapaian UIN Jakarta dalam empat tahun terakhir tersebut, dihadiri oleh para Wakil Rektor, para Kepala Bagian, para Dekan, para Kepala Sub Bagian, para Dosen, para perwakilan dari mitra bisnis, serta segenap jajaran sivitas akademika UIN Jakarta.

Dalam prakata sekaligus membuka acara tersebut, Ketua Senat Universitas berharap, UIN Jakarta ke depan mampu lebih maju dan berkembang. Tidak lupa, dirinya mewakili segenap anggota senat mengucapkan selamat milad ke-61 UIN Jakarta, serta mengapresiasi capaian-capaian UIN Jakarta  selama ini.

“Selamat milad ke 61 UIN Jakarta, semoga mampu terus berkembang dan berkontribusi lebih besar untuk mencerdaskan bangsa dan tetap dalam kerangka keIslaman,” ujar Atho.

Di tempat yang sama, Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA dalam pemaparannya menjelaskan, bahwa UIN Jakarta saat ini telah peroleh banyak capaian, terutama dalam upaya mewujudkan World Class University (WCU). Pasalnya, WCU merupakan mandatori menteri kepada lima PTKIN yang ada di Indonesia, namun baru UIN Jakarta yang sudah mulai melangkah untuk mewujudkannya.

“Umat Islam kini memiliki sebuah universitas yang lengkap (full-fledged university) yaitu UIN Jakarta. Mengapa, karena UIN Jakarta saat ini tidak hanya mengembangkan ilmu keIslaman semata, namun juga melengkapinya dengan mengembangkan ilmu-ilmu umum, tentunya tetap mengintegrasikannya dalam bingkai keIslaman,” jelas rektor.

Masih menurut rektor, saat ini UIN Jakarta dihadapkan pada tantangan baru yang semakin kompleks. Tantangan menuju WCU tersebut diantaranya adanya lembaga-lembaga pemeringkatan, antara lain Academic Ranking of World University (ARWU), Higer Education and Accreditation Council of Taiwan (HEEACT), QS World University Ranking, Webomatrics, dan yang dari dalam negeri seperti SINTA (Science and Technology Indeks).

“UIN Jakarta perlahan namun pasti sudah mulai mendapatkan pengakuan dari lembaga-lembaga di atas, capaian besar tahun 2018 ini diantaranya mendapatkan tiga bintang dari QS-Rating/Stars. Hal ini berarti UIN Jakarta secara nasional sangat dikenal oleh masyarakat, secara internasional merupakan kampus yang mulai diperhitungkan reputasinya,” jelas Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Jakarta tersebut.

Tidak hanya itu, sambung rektor, pada 2016 lalu, empat prodi yang ada di UIN Jakarta mendapatkan AUN-QA (ASEAN University Network-Quality Assurance). Keempat prodi yang dimaksud adalah, Prodi Dirasat Islamiyah, Pendidikan Agama Islam, Sejarah dan Peradaban Islam, dan Bimbingan Penyuluhan Islam.

“UIN Jakarta menjadi satu-satunya kampus di lingkungan PTKIN yang telah memasuki gerbang standarisasi tingkat regional ASEAN. Selain itu, alumni UIN Jakarta berhak diterima untuk mengikuti tes ketika melamar untuk membangun karir di negara-negara ASEAN,” tandas rektor yang disambut tepuk tangan meriah dari para tamu yang hadir. (lrf)

Share This