Kampus UIN, BERITA UIN Online – UIN Jakarta melalui berbagai elemen kampus melakukan aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk para korban gempa dan tsunami yang menimpa warga Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Penggalangan dana dilakukan sepanjang hari Senin kemarin hingga hari ini.

Sejumlah elemen kampus seperti rektorat, fakultas, pusat-pusat studi, dan berbagai lembaga kemahasiswaan bahu membahu mengumpulkan dana dari warga sivitas akademika UIN Jakarta. Mereka berkeliling kampus guna menerima sumbangan dari para donatur, baik dalam bentuk uang maupun barang. Posko-posko penerima bantuan juga disiapkan di berbagai sudut kampus untuk memudahkan warga sivitas akademika menyalurkan bantuan.

Berdasarkan laporan dari panitia penggalangan dana kemanusiaan UIN Jakarta pada Selasa (2/10/2018) sore, dana sementara yang sudah terkumpul tercatat mencapai Rp 24.820.000. Dana tersebut dikumpulkan dari para donator, baik perseorangan maupum lembaga.

Menurut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Yusron Razak pada rapat koordinasi “UIN Jakarta Peduli Palu” bersama sejumlah aktivis lembaga kemahasiswaan di gedung Pusat Pelayanan Administrasi Kemahasiswan, Senin (1/10/2018), seluruh dana terkumpul akan disalurkan melalui lembaga lain yang menangani bencana.

“Kita kumpulkan saja dulu dananya, terutama oleh para aktivis lembaga kemahasiswaan seperti Dewan Mahasiswa dan unit-unit kegiatan mahasiswa (UKM). Setelah terkumpul nanti akan kita salurkan dan koordinasikan dengan lembaga lain,” katanya.

Hingga berita ini diurunkan, aksi penggalangan dana “UIN Jakarta Peduli Palu” yang dilakukan oleh berbagai elemen kampus masih terus berlanjut. Bahkan di kalangan lembaga kemahasiswaan tertentu, aksi peduli Palu tak hanya dalam bentuk penggalangan dana melainkan juga menjadi tenaga relawan yang akan membantu langsung para korban di lokasi bencana.

Seperti diberitakan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, dan sekitarnya sempat diguncang gempa bermagnitudo 7,4 SR pada 24 September 2018 pukul 18.22 WITA. Gempa yang diiringi gelombang laut atau tsunami setinggi 3 meter itu telah menghancurkan seluruh kawasan, termasuk kampus IAIN Palu. Pada peristiwa dahsyat itu juga dikabarkan lebih dari 1.300 orang kehilangan nyawa dan ratusan orang lain mengalami luka berat dan ringan. (ns)

Share This