Jakarta, BERITA UIN Online – UIN Jakarta mendukung langkah-langkah srategis Kementerian Agama dalam upaya mempercepat transformasi pelayanan publik di setiap satuan kerja. Langkah percepatan transformasi pelayanan publik ini merupakan semangat reformasi birokrasi yang terus dilakukan di lingkungan pemerintahan, termasuk di satuan pendidikan UIN Jakarta.

Demikian dikatakan Rektor UIN Jakarta Amany Lubis seusai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama (Kemenag) Tahun 2021 yang digelar secara daring, Senin (5/4/2021). Rakernas bertema “Percepatan Transformasi Layanan Publik” itu dibuka Menteri Agama Yaqut Cholis Qoumas serta diikuti sekitar 10.000 peserta se-Indonesia. Rakernas akan berlangsung hingga 7 April mendatang.

Rektor Amany Lubis mengatakan, percepatan layanan publik sangat diharapkan akan memberikan dampak bagi penyelesaian layanan kepada masyarakat secara akuntabel, transparan, dan realtime. Layanan publik yang responsif juga dapat memberikan kepuasan bagi masyarakat sehingga akan menambah kepercayaan publik terhadap sebuah lembaga publik.

“Hal yang sama juga sedang terus dilakukan di UIN Jakarta sebagai lembaga publik yang berorientasi pada layanan pendidikan. Reformasi birokrasi terutama dilakukan baik dalam bidang tata kelola organisasinya, sistem administrasinya maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusianya,” katanya.

Menurut Rektor, percepatan transformasi layanan publik di lingkungan Kemenag sejalan dengan apa yang ingin dicapai UIN Jakarta pada Rapat Kerja Pimpinan pada Februari lalu. Kinerja lembaga tersebut telah disinkronisasikan dalam bentuk pencapain Rencana Strategis 2020-2024 antara Kemenag dan UIN Jakarta.

Dengan demikian, capaian kinerja Kemenag dan UIN Jakarta dapat berjalan seiring dalam upaya mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan nasional sebagaimana dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2005-2025.

Oleh karena itu, sesuai paparan Inspektur Jenderal Kemenag Deni Suardini dalam Rakernas, Rektor menginstruksikan kepada jajarannya agar terus meningkatkan kinerja di UIN Jakarta.

“Irjen Kemenag menyampaikan agar semua kinerja ditujukan untuk kesejahteraan. Jadi, harus ada mekanisme pengawasan internal yang baik, berbasis produktivitas dan manajemen risiko,” ujarnya.

Lebih jauh, Rektor berharap agar dalam percepatan tranformasi layanan publik mampu pula menciptakan kampus yang good university governance.

“Kita juga punya motto Knowlegde, Piety, dan Integrity. Motto ini harus didukung dan diimplementasikan bersama oleh seluruh warga sivitas akademika,” katanya.

Di sisi lain, Rektor juga mendukung pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholis Qaumas pada pembukaan Rakernas tersebut untuk terus menciptakan semangat moderasi beragama di tengah kemajemukan bangsa Indonesia.

Moderasi beragama, sebut Rektor, merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin., yakni agama yang mengajarkan toleransi dan inklusivitas. Nilai-nilai moderasi beragama bukan hanya harus diwujudkan di lingkungan kampus dan segenap sivitas akademika melainkan juga di tengah masyarakat yang pluralis.

Rektor menegaskan bahwa semangat moderasi beragama juga merupakan wujud kesalehan sosial. Kesalehan sosial adalah sikap dan tindakan pemeluk agama dalam mengimplementasikan ajaran agama yang mencerminkan kepedulian sosial, menghormati keberagaman (kebhinekaan), berbudi pekerti, menjaga pelestarian lingkungan, dan patuh pada aturan negara serta norma kemasyarakatan.

“Insya Allah, jika semangat moderasi moderasi beragama ini terus dikembangkan, kita akan menjadi bangsa yang maju, damai, dan sejahtera,” ucapnya. (ns)

Share This