Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— UIN Jakarta dan Badan Penanggulangan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mematangkan rencana kerjasama bidang kebencanaan.  Rencananya, kerjasama bakal direalisasikan dalam kegiatan sosialisasi kebencanaan, akomodasi topik kebencanaan dalam kurikulum perkuliahan, dan pembukaan program studi manajemen bencana.

Pematangan rencana kerjasama mengemuka dalam rapat kerja pimpinan UIN Jakarta di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat, Rabu (22/01/2020). Rapat kerja yang dihadiri para wakil rektor, dekan, dan sejumlah pejabat mengagendakan paparan rencana kerjasama yang disampaikan Kepala Biro Hukum dan Kerjasama BNPB Zaherman Muabezi.

Dalam paparannya, Zaherman mengungkapkan, pelibatan dunia perguruan tinggi dalam mitigasi bencana sangat diperlukan. Kondisi geografis Indonesia yang termasuk dalam kawasan potensial bencana membutuhkan antisipasi bencana secara dini, termasuk penanganan dampak bencana.

Potensi bencana di Indonesia sendiri, sambungnya, cukup bervariasi sesuai kondisi geografisnya. Selain ekonomis, bencana juga memunculkan dampak sosial cukup mendalam. Karenanya, keterlibatan perguruan tinggi seperti UIN Jakarta dalam mitigasi dan penanggulangan dampak bencana sangat diperlukan. “BNPB berharap UIN Jakarta bisa berperan dalam hal ini,” tandasnya.

Menanggapi itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama Prof. Dr. Andi M. Faisal Bakti, M.A. menyambut baik pematangan realisasi kerjasama kedua lembaga dalam mengakomodir isu kebencanaan dalam kurikulum maupun pembukaan prodi manajemen bencana. Menurutnya, diskusi seluruh pimpinan rektorat dan dekanat juga menyepakati isu kebencanaan tidak lepas dari keseluruhan prodi.

“Dari perspektif Fakultas Sains dan Teknologi misalnya, kebencanaan terkait dengan problematika kealaman. Begitu juga dari sudut Fakultas Ekonomi dan Bisnis, kebencanaan bisa dilihat dari aspek ekonomi kebencanaan,” katanya.

Andi menambahkan, UIN Jakarta sendiri menilai keberadaan prodi manajemen bencana sendiri sangat menarik. Telusuran BERITA UIN Online, beberapa perguruan tinggi telah mulai membuka prodi manajemen bencana seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Pertahanan, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Airlangga. Namun sebagian besar diantaranya ditawarkan dalam jenjang pascasarjana. (adt/hmn/zm)

Share This