Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Amany Lubis MA, ingin lulusan terbaik dalam setiap wisuda difasilitasi untuk melanjutkan studi dan mengabdikan diri ke kampus. Hal ini diperlukan agar agen pengembangan UIN Jakarta ke depan sudah dipersiapkan sejak dini.

Demikian disampaikan Rektor dalam rapat rutin reboan di Gedung Rektorat, Rabu (20/3/2019). Rapat rutin sendiri dihadiri seluruh pimpinan, baik tingkat rektorat, fakultas, maupun lembaga dan unit di lingkungan UIN Jakarta.

“Penting untuk diperhatikan para wakil rektor, dekan dan wakil dekan, himpun data lulusannya yang berprestasi. Berikan peluang bagi mereka,” ujarnya.

Peluang yang diberikan, sambungnya, bisa berupa dukungan melanjutkan studi bagi mahasiswa tingkat sarjana. Sedang bagi lulusan terbaik program magister dan doktor bisa diberi kesempatan mengajar dan meneliti.

Teknisnya, kata Rektor, mereka bisa dijadikan asisten professor untuk selanjutnya diberikan kesempatan mengajar dan meneliti. “Jadi, siapa pun yang terbaik, rekrut dan fungsikan. Sarjana atau magister dengan peringkat terbaik, kalau mau kuliah lagi, kita dukung,” tandasnya lagi.

Pada wisuda terakhir atau Wisuda UIN Jakarta ke-111 pada Sabtu-Ahad (23-24/3/2019) lalu misalnya, Rektor secara khusus mengundang langsung para lulusan terbaik. Kepada mereka, Rektor merekomendasikan mereka melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi atau diikutkan dalam forum-forum pengembangan keilmuan seperti lulusan doktor yang diikutkan dalam pelatihan khotib dan pengajaran Islam di Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir.

 

Program Pemagangan Bakal Difokuskan

Di tempat yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Mashri Mansoer mengungkapkan UIN Jakarta juga bakal memfokuskan ketersambungan mahasiswa dengan dunia profesi sesuai minat dan bakatnya. Salah satunya pemagangan mahasiswa di berbagai perusahaan BUMN.

Hingga akhir Februari, sambungnya, 71 mahasiswa UIN Jakarta sudah dimagangkan di berbagai perusahaan BUMN. “Terakhir, minggu lalu, kami juga teken kerjasama pemagangan dengan di PT Pertamina. Ada tiga mahasiswa dimagangkan. Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi,” terangnya. (Farah/zae)

Share This