Ruang Sidang Utama, BERITA UIN Online – Guna menciptakan tata kelola keuangan universitas yang bersih, transparan, dan akuntabel, UIN Jakarta akan menerapkan sistem transaksi non tunai (TNT) pada seluruh pembayaran. Selain lebih aman, sistem tersebut juga lebih efektif dibandingkan transaksi tunai. Untuk menerapkan sistem tersebut, UIN Jakarta menggandeng Bank Mandiri sebagai lembaga keuangan mitra kerja sama.

Demikian yang terungkap dari hasil Bimbingan Teknis (Bimtek) bidang keuangan yang digelar Biro Perencanaan dan Keuangan (Biro PK) di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat, Selasa (19/3/2019). Hadir pada acara tersebut Kepala Biro PK Khoirunnas dan Kepala Bagian Keuangan Siti Sugiarti. Bimtek juga diikuti para kasubbag perencanaan dan akuntansi, dan bendahara di seluruh fakultas.

Kepala Biro PK dalam sambutannya mengatakan, percepatan implementasi TNT merupakan salah satu rencana aksi dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan universitas. Oleh karena itu, ia menginstruksikan kepada para pengelola keuangan agar segera melaksanakan implementasi tersebut secara penuh di UIN Jakarta.

“Tapi harus disiapkan juga infrastruktur dan sistem pendukung lainnya, seperti aplikasi informasi perencanaan dan keuangan secara terintegrasi,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga meminta kepada para pengelola keuangan untuk segera menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung pelaksanaan TNT tersebut. Sebab, dalam implememntasinya, sistem TNT nanti akan menggunakan instrumen berupa alat pembayaran dengan kartu, cek, bilyet, giro, uang elektronik, dan sejenisnya.

“Jadi, dibutuhan banyak tenaga ahli di bidang tersebut,” tandasnya.

Menurut Khoirunnas, TNT memiliki keunggulan, terutama dari segi keamanan. Sistem TNT  dapat mencegah tindakan kriminal, seperti perampokan yang kerap menimpa para pemegang uang di instansi-instansi pemerintah. Selain itu, juga dapat memastikan bahwa dana yang disalurkan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran kepada para penerimanya, sehingga tidak ada lagi keluhan karena ketersendatan dana.

Manfaat lain, jelas Khoirunnas, penerapan sistem TNT lebih akuntabel, karena aliran dana dari seluruh traksaksi dapat ditelusuri. Bendahara juga tidak harus memegang uang tunai dengan berbagai resiko kehilangan, kesalahan hitung, dan sebagainya. Kemudian, seluruh transaksi didukung dengan bukti yang sah, pengendalian internal pengelolaan kas meningkat, serta adanya efektivitas dalam transaksi pembayaran dan penerimaan.

“Oleh karena itu, laporan keuangan universitas dapat tersaji tepat waktu dan belanja universitas juga lebih efisien. Bahkan penerimaan universitas juga dapat lebih tergali secara optimal,” urainya. (ns)

Share This