Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – UIN Jakarta dijadwalkan akan mengukuhkan empat guru besar baru yang sudah memperoleh gelar profesor. Keempat guru besar berasal dari empat fakultas dan bidang keilmuan berbeda.

Dalam rapat panitia persiapan pengukuhan guru besar di ruang sidang utama gedung Rektorat, Jumat (13/3/2020), Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang memimpin rapat, Amilin, mengatakan, acara pengukuhan guru besar akan digelar di Auditorium Harun Nasution pada 18 Maret dan 26 Maret mendatang.

Pada 18 Maret, pengukuhan akan dilakukan terhadap Djawahir Hejazziey, guru besar Fakultas Syariah dan Hukum, dan Euis Amalia, guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sementara pada 26 Maret, pengukuhan dilakukan terhadap Ali Munhanif, guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Amelia Fauzia, guru besar Fakultas Adab dan Humaniora.

“Pengukuhan keempat guru besar baru UIN Jakarta akan dilakukan dalam prosesi Sidang Senat Terbuka. Sidang akan dihadiri Ketua Senat Universitas, Rektor UIN Jakarta, dan sejumlah guru besar,” katanya.

Djawahir Hejazziey lahir di Kangkung, Jawa Tengah, pada 15 Oktober 1955. Ia memperoleh pangkat guru besar berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknolologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 35228/M/KP/2019 terhitung mulai tanggal 1 September Oktober 2019 dalam bidang Ilmu Ekonomi Islam. Dalam pengukuhannya, ia akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Ambiguitas Status Hukum Bunga Bank Konvesional Dampaknya terhadap Pengembangan Bank Syariah di Indonesia”.

Euis Amalia lahir di Kuningan, Jawa Barat, pada 1 Juli 1971. Ia memperoleh pangkat guru besar berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknolologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 138294/MKP/KP/2019 terhitung mulai tanggal 1 November 2019 dalam bidang Ilmu Ekonomi Islam. Dalam pengukuhannya, ia akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Akselerasi Sistem Ekonomi Islam Terintegrasi untuk Ekonomi Indonesia yang Berkeadilan”.

Ali Munhanif lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 12 Desember 1965. Ia memperoleh pangkat guru besar berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknolologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 35061/M/KP/2019 terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2019 dalam bidang Ilmu Politik. Dalam pengukuhannya, ia akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Negara, Demokrasi, dan Politik Primordial di Era Digital”.

Amelia Fauzia lahir di Ciputat, Banten, pada 2 Maret 1971. Ia memperoleh pangkat guru besar berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknolologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 35060/M/KP/2019 terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2019 dalam bidang Ilmu Sejarah Islam Indonesia. Dalam pengukuhannya, ia akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Sejarah Filantropi Islam di Indonesia: Negara Civil Society dan Kemanusiaan”. (ns)

Share This