Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – UIN Jakarta akan menggandeng Rumah Sakit Haji Jakarta (RHJ) menjadi Rumah Sakit Pendidikan bagi Fakultas Kedokteran (FK). Untuk memperkuat hal itu UIN Jakarta akan melakukan kerja sama dengan rumah sakit tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas FK.

Rektor UIN Jakarta Amany Lubis saat bertemu dengan Direktur Utama RSHJ Syarief Hasan Lutfie di ruang rektor gedung Rektorat, Kamis (31/1/2019) sore, mengatakan, kerja sama dengan RSHJ penting dilakukan mengingat FK hingga saat ini belum memiliki RS Pendidikan. Ia menilai RSHJ selama ini telah memiliki reputasi baik, bersyariah, dan terakreditasi.

“Untuk meningkatkan mutu layanan dan lulusan FK, insya Allah UIN Jakarta akan melakukan kerja sama dengan RSHJ dalam waktu dekat,” katanya.

Rektor mengatakan, FK UIN Jakarta sebenarnya sudah banyak melakukan kerja sama dengan rumah sakit di DKI dan di daerah. Namun, ia melihat kerja sama tersebut masih perlu dikembangkan agar lulusan FK ke depan lebih bermutu.

“Saat ini sudah ada 12 rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan UIN Jakarta. Kerja sama dengan RSHJ saya kira positif bagi perbaikan FK yang belum memiliki RS Pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSHJ Syarief Hasan Lutfie menyambut positif akan diadakannya kerja sama dengan FK UIN Jakarta. Kerja sama dilakukan terutama guna mendorong dan mempercepat proses akreditasi FK.

Ia mengungkapkan, RSHJ sangat layak dan memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai Rumah Sakit Pendidikan. RSHJ dapat menjadi pendidikan bagi mahasiswa FK seperti praktik dan penelitian.

“Meskipun begitu, sebelum ada kerja sama pun, mahasiswa FK sudah banyak yang praktik di RSHJ. Nah, jika nanti sudah ada kerja sama, tentu akan kita kembangkan dan perluas lagi,” jelas Syarief yang juga dosen di FK UIN Jakarta itu.

Menurut dia, RSHJ secara ownership saat ini sudah berstatus milik Kementerian Agama. Karena sudah menjadi milik Kementerian Agama, keputusannya sangat tergantung kepada kebijakan kementerian itu sendiri. Apakah akan ditarik ke UIN Jakarta menjadi RS pendidikan atau ada skema lain.

“Jadi, soal bagaimana pengelolaan RSHJ ke depan, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Agama,” tuturnya.

Pertemuan antara Direktur RSHJ dan Rektor UIN Jakarta itu berlangsung tertutup. Rektor UIN Jakarta didampingi Dekan FK Hari Hendarto, sedangkan Direktur RSHJ di antaranya didampingi Direktur Umum dan Keuangan Zakaria dan Direktur Pelayanan Sayid Ridho.

Berdasarkan catatan BERITA UIN Online, RSHJ merupakan salah satu dari empat RSH di Indonesia setelah RSH Medan, RSH Makassar, dan RSH Surabaya. Keempat RSH tersebut dibangun sebagai “monumen” guna mengenang musibah terowongan Al-Muaisim Mina, Mekkah, yang menelan korban jiwa lebih dari 600 jamaah haji Indonesia pada tahun 1990. (ns)

Share This