Gedung SPs, BERITA UIN Online – The University of Edinburgh (UE) Skolandia menggandeng Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta untuk mengembangkan program kajian Islam secara internaional, khususnya di Asia Tenggara. Salah satunya melalui pengiriman mahasiswa untuk mengikuti program perkuliahan sisipan (sandwich program) di kedua lembaga tersebut.

Hal itu terungkap dari kunjungan dua pejabat UE, yakni Kepala Departemen Islam dan Asia Tenggara Nacim  Pak-Shiraz dan Direktur Kajian Asia Tengga dan Australia-Asia Audrey Kon saat keduanya berkunjung ke SPs UIN Jakarta, Selasa (17/7/2019).

Kedua pejabat itu diterima Direktur SPs UIN Jakarta Jamhari Makruf, Ketua Program Magister JM Muslimin, dan Sekretaris Program Doktor Usep Abdul Matin di Kantor SPs UIN Jakarta.

“Insya Allah, program sisipan ini akan dilakukan tahun depan, yakni dengan mengirim mahasiswa ke UE dan sebaliknya,” kata Jamhari.

Menurut Jamhari, program sisipan akan berlangsung selama dua bulan penuh. Mahasiswa SPs UIN Jakarta akan berada di UE guna memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang Islam. Hal yang sama juga akan dilakukan terhadap mahasiswa UE di SPs UIN Jakarta.

Jamhari mengatakan, kerja sama dengan UE dinilainya sangat strategis. Sebab, UE merupakan salah satu perguruan tinggi ternama di Skotlandia. Universitas tersebut  memiliki concern terhadap perkembangan Islam di Indonesia.

Selain itu, UE juga memiliki tradisi keilmuan yang kuat, terlebih lagi dalam pengembangan  keilmuan Islam. Tradisi itu misalnya studi Islam yang berakar pada literatur Islam klasik.

“Nilai strategis lainnya adalah untuk memperluas jaringan internasional sebagaimana cita-cita SPs UIN Jakarta,” ujar Jamhari.

Harapan yang sama juga dikemukakan Ketua Program Magister JM Muslimin. Ia mengatakan SPs UIN Jakarta akan terus mengembangkan kerja sama internasional dalam berbagai bidang kajian Islam.

UE, kata dia, secara historis merupakan universitas yang memikiki keunggulan akademik dibanggakan. Bahkan dari universitas ini juga telah lahir dua pemikir Islam ternama dan berpengaruh di dunia Islam dan Barat, seperti Montgomerry Watt dan Noel J Coulson.

“Berbagai karya kedua pemikir Islam dari Barat tersebut sering menjadi bahan literatur para sarjana Islam di Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, menurut JM Muslimin, UE bagi SPs UIN Jakarta juga diharapkan akan menjadi jembatan bagi mahasiswa yang potensial untuk maju dan berkembang. Bahkan lebih dari itu akan menambah rasa percaya diri mahasiswa SPs UIN Jakarta dalam pergaulan internasional.

“Untuk itu, selama kunjungan ke SPs UIN Jakarta, kedua pejabat UE tersebut di antaranya melakukan review serta bimbingan terhadap 13 mahasiswa dalam penulisan tesis dan disertasi,” ujarnya. (ns)

Share This