Auditorium Harun Nasution, BERITA UIN Online—Tugas guru tidak hanya mengajar atau mentransfer pengetahuan kepada muridnya semata, lebih jauh, guru memiliki tugas membentuk siswa menjadi pribadi-pribadi yang cerdas, kreatif dan berdaya saing.

Hal demikian disampaikan Dede Rosyada saat menjadi keynote speaker pada acara seminar nasional yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta, Kamis (02/05), di Auditorium Harun Nasution, kampus I UIN Jakarta.

“Saat ini, kita sebagai pengajar/guru dituntut untuk mampu membentuk pribadi siswa yang smart (spiritual, emosial, dan intelektual), dan berdaya saing tinggi (memiliki soft skill, kreatif, dan inovatif),” ujar Dede.

Sebelumnya, Dekan FITK, Sururin dalam sambutannya menegaskan, bahwa perlu adanya pengkajian lebih dalam dari istilah-istilah yang diungkapkan oleh tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.

“Tidak sedikit ungkapan atau istilah dalam dunia pendidikan yang berasal dari buku Ki Hajar Dewantara yang kita belum semua tahu, padahal maknanya sangat luar biasa serta sangat sesuai apabila disosialisasikan kepada anak didik kita saat ini,” ujar Sururin.

Tidak lupa, dalam kesempatan yang sama, Sururin juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, mahasiswa, serta tamu undangan dan narasumber yang telah menyisihkan waktu untuk hadir di seminar yang mengusung tema Arah, Model, Desain dan Problematika Pendidikan Guru dalam Menghadapi Perkembagan Revolusi Industri tersebut.

“Hari ini, mari kita diskusi bersama dalam rangka mewujudkan arah, format dan hasil pendidikan yang lebih baik lagi. Selain itu, kita juga akan berdiskusi mengenai prospek guru dalam menghadapi revolusi industri seperti saat ini,” pukas Sururin.

Ketua pelaksana, Ubaid Ridho, dalam prakatanya mengatakan, bahwa yang melatarbelakangi diadakannya acara yaitu, bagaimana para guru atau calon guru mampu menyikapi perkembangan industry seperti saat ini. Pasalnya, banyak sekali tantangan dan problematika yang dihadapi para guru saat ini dan ke depan sehingga butuh didiskusikan guna memperoleh jawaban dan solusinya.

“Guru merupakan komponen penting dalam menghasilkan generasi penerus bangsa. Kontribusi guru terhadap prestasi siswa lebih dari 50 persen. Namun, pada realitanya masih harus terus ditingkatkan,” tandasnya.

Turut hadir sebagai narasumber pada seminar tersebut, Din Wahyudin (UPI Bandung), Khairudin (UNJ) dan Abdul Rajak (UIN Jakarta). Selain Dede Rosyada, hadir pula sebagai keynote speaker mewakili Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang berhalangan hadir, Paristiyanti Nurwardani.

Sebagai informasi, selain mengadakan seminar nasional, usai acara dilakukan pula prosesi pelantikan pengurus baru Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) FITK UIN Jakarta.(lrf)

Share This