Yogyakarta, BERITA UIN Online— Bagian Umum, Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (AUK), UIN Jakarta melakukan studi banding ke dua universitas, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu-Kamis (6-7/11/2019). Studi banding diharap memberi modal penting bagi peningkatan kualitas layanan Bagian Umum di lingkungan UIN Jakarta.

Studi banding dipimpin langsung Kepala Biro AUK Dr. H. Rudi Subiyantoro, M.Pd dan Kepala Bagian Umum Drs. H. Edy Suandi. Ikut sebagai peserta kegiatan studi banding para staf di lingkungan Bagian Umum, yakni dari Subbagian Tata Usaha, Subbagian Rumah Tangga, dan Subbagian Dokumentasi dan Publikasi.

Kepala Biro AUK menuturkan, kegiatan studi banding sengaja dilakukan dengan mengikutsertakan para staf di tiga subbagian pada bagian umum. Hal ini dinilai penting agar para staf memiliki wawasan tentang praktek terbaik layanan berkualitas sebuah perguruan tinggi. Terlebih mereka menjadi pihak terdepan dalam aktifitas pelayanan bagian umum.

“Dan studi banding ke UGM dan UIN Sunan Kalijaga, dua universitas terbaik nasional, memungkinkan para staf kita belajar bagaimana memberikanan layanan berkualitas kepada para user,” katanya.

Sesuai subbagian asal masing-masing peserta, kegiatan studi banding sendiri difokuskan pada tiga layanan. Ketiganya, layanan ketatausahaan seperti layanan persuratan, layanan kerumahtanggaan seperti layanan kebersihan dan pertamanan, dan layanan humas dan dokumentasi.

Muhammad Ardani, Staff Subbagian Tata Usaha, mengaku mendapat banyak wawasan layanan ketatausahaan dari studi banding yang diikutinya. Salahsatunya, layanan persuratan yang dilakukan secara elektronik. “Selain cepat dan tepat tersampaikan, layanan persuratan paperless juga sangat praktis dan ekonomis,” terangnya.

Ali Nasrun Meha, staff di Subbagian Dokumentasi dan Publikasi, juga turut mengapresiasi positif kegiatan studi banding. Menurutnya, layanan kehumasan di dua universitas tujuan menjadi bagian penting dalam mendekatkan universitas dengan publik. “Tanggap dan luwes dengan kebutuhan user jadi kata kunci penting layanan kehumasan,” katanya. (zm)

Share This