Bojongsari, BERITA UIN Online– Dalam rangka meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam berkendara secara aman dan nyaman, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta menggelar kuliah umum pada Kamis (19/11/2019) di Aula lt 1 Gedung PPG Bojongsari FITK UIN Jakarta.

Dalam acara yang dibuka Dekan FITK Dr Sururin MAg itu dihadirkan dua narasumber, yaitu Kepala Polisi Resor (Kapolres) Depok yang diwakili Drs H Sutomo MBA dan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Depok Dr Dadang Wihana MSi.

Sururin dalam sambutannya mengatakan, kenyamanan dan keamanan mahasiswa dan dosen saat menempati gedung PPG Bojongsari untuk aktifitas perkuliahan dapat terwujud jika ada kerja sama yang baik dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepolisian Resor (Polres) Depok.

“Agar mahasiswa, dosen, dan pegawai terjamin keamanan dan keselamatannya beraktifitas di gedung ini, perlu ada dialog dengan Dishub dan Polres,” ujar Sururin di hadapan ratusan mahasiswa FITK dan sejumlah dosen yang hadir.

Pasalnya, lanjutnya, jalan raya di depan gedung PPG Bojongsari adalah jalan trans nasional yang menhubungkan Jakarta dengan Jawa Barat, sementara yang berkatifitas di gedung tersebut sekira 1000 orang lebih.

“Karena jalan trans nasional, mayoritas kendaraan melaju dengan cepat, sementara mobilitas mahasiswa tinggi. Semoga ini bisa diakomodir Dishub dan Polres Depok,” harap sururin.

Sementara Wakil Dekan Bidang Akademik Muhammad Zuhdi MEd PhD yang didapuk sebagai moderator memberikan pengantar bahwa dalam memanfaatkan fasilitas jalan raya, paling tidak menyangkut dua pihak, diri sendiri dan orang lain.

“Mohon dapat diberikan arahan bagaimana berkendara dengan baik agar kita dan orang di sekitar kita merasakan aman dan nyaman saat berada di jalan raya,” ujar Zuhdi.

Merespon permintaan FITK, Sutomo pada kesempatan tersebut mengingatkan kepada mahasiswa bahwa syarat utama berkendara dengan aman dan nyaman adalah dengan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Sebelum melanjutkan paparannya, Sutomo meminta lima mahasiswa untuk maju ke depan menunjukkan SIM kendaraannya kepada petugas kepolisian yang mendampingi Sutomo.

Setelah diperiksa, lima mahasiswa tersebut mampu menunjukkan SIM kendaraannya dan masing-masing mendapatkan apresiasi dari pihak kepolisian berupa hadian helm Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk keselamatan dalam berkendara.

“Bukan hanya helmnya yang SNI, jiwa dan hatinya juga harus SNI. Percuma punya helm kalau tiak dipakai saat berkendara. Keselamatan nomor satu dan keselamatan untuk kemanusiaan,” ujar Sutomo mengingatkan.

Pemaparan dilanjutkan dengan penayangan video tentang pengendara yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan keselamatan dalam berkendara (safety riding).

Sementara Dadang pada kesempatan tersebut memparkan tentang manajemen perubahan dan etika dalam berlalu lintas.

Menurutnya, berubah saja tidak cukup, tetapi harus berubah dengan cepat supaya tidak kehilangan momentum dan tidak didahului organisasi lain dalam memanfaatkan peluang.

Dia juga memaparkan tentang empat faktor penyebab terjadinya kecelakaan, yaitu faktor pengemudi, kendaraan, jalan, dan faktor cuaca.

“Saat terjadi kecelakaan, yang harus dilakukan adalah jangan panik dan harus control emosi, bersikap tenang dan waspada, jangan menyalahkan orang lain, jangan melarikan diri dan bila ada korban segera menolong, serta melaporkan ke pos polisi yang terdekat atau segera menghubungi dengan alat komunikasi yang ada,” tegasnya.

Di akhir pemaparannya, setelah melihat langsung kondisi riil lalu lintas dan jalan raya di Gedung PPG Bojongsari, pihak Dishub akan memberikan rekomendasi untuk melengkapinya dengan rambu-rambu lalu lintas dan rambu penyebrangan orang. (lrf/mf)

Share This