Hall Student Center, BERITA UIN Online – Mahasiswa berjubel memenuhi Hall Student Center, Rabu malam (4/10/2017). Mereka duduk lesehan, menyimak orasi budaya dari budayawan Sujiwo Tejo.

Malam itu, Sujiwo hadir dalam Diskusi Lesehan bertajuk Melihat Budaya, Membentuk Generasi Bangsa. Diskusi sendiri digelar sebagai bagian dari rangkaian Festival Budaya Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIKOM), UIN Jakarta.

Diskusi lesehan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan shalawat bersama. Selanjutnya, budayawan yang tersohor sebagai dalang ini membuka diskusi dengan pernyataan tentang pentingnya mengenal budaya. “Untuk mengetahui suatu tujuan, seseorang harus mampu mengenal asal usul dirinya,” bukanya.

Kemudian, dalang kelahiran Jawa Timur ini menyampaikan beberapa konsep tentang cinta. Para hadirin banyak tergelak dengan pernyataan-pernyataan unik seniman yang juga produktif menulis ini.

Selain itu, ia juga menambahkan konsep lainnya tentang memahami budaya dari berbagai perspektif, termasuk pemahaman matematika dan nilai-nilai spiritualitas.“Jadi matematika bukan hanya soal hitung-menghitung. Ia bisa kita gunakan untuk menangkap sari pati kehidupan,”

Orasi yang disampaikan selama hampir dua jam ini dipungkasi dengan permainan saksofon dan lantunan lagu Asmaul Husna yang digubahnya sendiri. Selepas membaca Asmaul Husna, Sujiwo Tejo menyebutkan bahwa sifat-sifat dalam nama-nama Tuhan itu kontras, dan mesti dipahami sebagai keindahan.

“Anda jangan menuhankan kata-kata, sehingga Anda akan bingung sendiri nantinya. Mari memahami nada dan suara, maka Anda akan menemukan keindahan Tuhan, bahwa kita bisa memahami sesuatu dengan cara yang sama,” ujarnya.

Acara ditutup dengan sambutan dari Edy A. Effendi, dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta, kemudian lantunan lagu Titi Kolo Mongso dari Sujiwo Tejo bersama tim paduan suara mahasiswa Fidkom.

Festival Budaya yang diselenggarakan HMJ KPI ini merupakan kegiatan yang terdiri dari serangkaian lomba dan gebyar seni. Dimulai pada 4 Oktober dengan Pawai Budaya, kemudian Ngemural Bareng, Lomba Fotografi, Lomba Akustik Musik Daerah, dan akan ditutup dengan Malam Apresiasi Seni pada Selasa, 10 Oktober 2017. (Farah NH/Iqbal Syauki)

Share This