Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Ratusan mahasiswa UIN Jakarta yang terdampak Covid-19 memperoleh bantuan berupa makanan dan minuman. Santunan disalurkan oleh Lembaga Sosial Kemanusiaan atau Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta. Mahasiswa yang memperoleh santuan rata-rata tinggal di kosan-kosan dan asrama di sekitar kampus.

Menurut Direktur STF Amelia Fauzia, hingga hari ini, jumlah mahasiswa yang melaporkan diri dan membutuhkan bantuan kepada lembaganya mencapai 559 orang. Angka ini naik dari hari sebelumnya yang hanya 458 orang.

“Hari Senin (30/3/2020) kemarin yang sudah kita beri bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 91 mahasiswa. Kemudian hari ini, bantuan diberikan kepada 182 mahasiswa,” katanya kepada BERITA UIN Online, Selasa (31/3/2020).

Ke-182 mahasiswa itu terdiri atas 70 perempuan dan 112 laki-laki. Mereka berasal dari 11 fakultas sekolah pascasarjana, yaitu Fakultas Adab dan Humaniora sebanyak 32 mahasiswa, Fakultas Dirasat Islamiyah (6 mahasiswa), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (14 mahasiswa), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi  (12 mahasiswa), Fakultas Ilmu Kesehatan (7 mahasiswa), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (26 mahasiswa), Fakultas Ilmu Tarbiyah dab Keguruan (27 mahasiswa), Fakultas Psikologi (4 mahasiswa), Fakultas Syariah dan Hukum (28 mahasiswa), Fakultas Sains dan Teknoogi (4 mahasiswa), Fakultas Ushuludin (16 mahasiswa), dan Sekolah Pascasarjana (6 mahasiswa).

 “Alhamdulillah mereka sudah bisa mendapat nasi bungkus dengan lauk, sayur, buah, dan vitamin, untuk konsumsi siang dan sore,” katanya menegaskan.

Ia mengatakan, data mahasiswa yang memperoleh bantuan kemungkinan akan terus bertambah. Hal itu dikarenakan masih minimnya informasi yang diperoleh dari para relawan.

“Tim relawan STF juga masih terbatas. Jadi, wajar jika tidak semua mahasiswa yang ada di kosan-kosan atau yang membutuhkan makanan belum terlayani dengan baik,” katanya.

Menurut Amelia, para mahasiswa yang memperoleh bantuan makanan diberikan dalam bentuk siap saji dan nasi bungkus. Caranya mereka diminta mendatangi warung-warung terdekat yang sudah berkolaborasi atau bermitra.

Bantuan diprioritaskan kepada para mahasiswa yang berada di kos-kosan dan asrama. Bantuan juga tidak membedakan antara mahasiswa domestik dan asing. Karena itu, jika ada laporan ke STF akan dibantu sesuai kemampuan lembaga.

Sementara itu, untuk mahasiswa yang berada di rumah diakui Amelia belum tersentuh. Mereka yang di rumah dan membutuhkan bantuan, di antaranya karena sakit dan tidak adanya data paket internet.

 “Bagi yang di rumah ini belum kita sentuh. Rata-rata mereka butuh bantuan paket data internet karena imbas diterapkannya perkuliahan jarak jauh atau belajar dalam jaringan (online),” ujarnya.

Namun, untuk mengatasi hal itu, pihaknya saat ini tengah berusaha dengan mencari solusi, misalnya bekerja sama dengan provider operator telepon seluler.

Amelia merasa bersyukur bahwa STF sudah dapat membantu para mahasiswa yang terdampak Covid-19. Bagi mahasiswa yang sudah melaporkan diri namun belum mendapatkan bantuan, ia meminta agar mereka bersabar.

Menurut Amelia, STF selaku lembaga sosial berkomitmen untuk terus membantu para mahasiswa yang terdampak Covid-19. Bantuan terhadap para mahasiswa juga sebagai bentuk amanah para donatur yang selama ini aktif mendonasikan untuk kepentingan sosial kemanusiaan.

 “Kami ucapkan terima kasih kepada semua donatur dan volunteer yang membuat kegiatan ini bisa terlaksana. Semoga makanan ini membuat mereka kuat, sehat, dan mampu melawan Covid-19,” ujar guru besar Fakultas Adab dan Humaniora itu. (ns)

Share This