RSU, BERITA UIN Online— Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia Bogor, kunjungi UIN Jakarta, Kamis (11/04), dan diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Zulkifli, didampingi Wakil Rektor Bidang Kerjasama Andi Faisal Bhakti, di Ruang Sidang Utama (RSU), Gedung Rektorat lantai 2 Kampus I UIN Jakarta.

Kunjungan yang dimaksudkan untuk belajar tentang pengembangan institusi baik program studi, fakultas atau pun peluang kerjasama yang dapat dijalin antara kedua lembaga tersebut, dipimpin langsung oleh Rektor STEI Bogor, Murniati Mukhlisin, didampingi oleh Andang Heryahya (Pembantu I Bidang Akademik), Miftakhus Surur (Pembantu III Bidang Humas, Marketing, Kemahasiswaan dan Alumni), kemudian Mukhamad Yazid (Direktur Pascasarjana), Grandis I.H (Kaprodi Akuntansi Syariah), dan Miftahul Anwar (Humas STEI Tazkia).

Dalam sambutannya, Muniarti mengungkapkan maksud dan tujuan kedatangannya beserta rombongan ke UIN Jakarta. Sebelumnya, dirinya juga memperkenalkan tentang STEI Tazkia Bogor, serta capaian dan pengembangan yang tengah dilakukan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada UIN Jakarta yang telah menerima kami untuk mendapatkan informasi sekaligus sharing tentang upaya pengembangan lembaga. Karena, kami tengah berusaha untuk terus  mengembangkan lembagaSTEI Tazkia,” ujar Muniarti.

Selain itu, masih menurutnya, hal yang spesifik ingin diketahui saat ini adalah pengembangan akreditasi baik nasional maupun internasional. Pasalnya, tahun ini ada beberapa prodi yang akan direakreditasi.

“Kami berharap, akreditasi tahun ini membuahkan hasil yang lebih baik lagi diseluruh fakultas dan prodi yang kami miliki saat ini. Belajar hal tersebut kepada UIN Jakarta, menurut kami adalah sebuah pilihan yang tepat, mengingat prestasi-prestasi UIN Jakarta terutama dalam hal akreditasi sudah tidak diragukan lagi,” tandas Muniarti.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kerjasama Andi Faisal Bhakti mengapresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih atas keputusan pihak Tazkia untuk bersilaturrahim ke UIN Jakarta.

“Selamat datang di kampus UIN Jakarta, dengan senang hati kami akan memberikan informasi yang dibutuhkan, atau kita akan sharing tentang apa pun yang sekiranya dapat bermanfaat bagi kedua lembaga. Semoga silturrahim ini mampu terus terjalin sehingga memberikan kontribusi positif bagi STEI Tazkia maupun UIN Jakarta,” tandas Andi.

Di tempat yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik Zulkifli dalam penyampaiannya,  memberikan informasi tentang situasi UIN Jakarta saat ini, mulai dari jumlah mahasiswa aktif, dosen pengajar, guru besar, dan rekapitulasi jumlah pendaftar melalui jalur-jalur yang telah dibuka.

“Untuk dapat kuliah di UIN Jakarta, kami membuka lima jalur. Kelima jalur tersebut antara lain SNMPTN, SPAN-PTKIN, SBMPTN, UM-PTKIN, dan SPMB Mandiri. Dua jalur di antaranya sudah dalam masa daftar ulang, dan dalam waktu dekat aka nada UTBK untuk selanjutnya mendaftar di jalur SBMPTN,” jelas Zulkifli.

Saat ini, masih menurut Zulkifli, UIN Jakarta memiliki 1100 Dosen, 68 Guru Besar yang bebapa di antaranya akan diperpanjang karena memasuki masa pensiun, serta 30000 sedikitnya mahasiswa yang aktif.

Sebagai informasi, dalam pertemuan yang dimulai pukul 13.00 sampai 15.00 Wib tersebut, berlangsung hangat dan penuh keakraban serta terjadi tanya jawab interaktif antara perwakilan kedua lembaga.

Diketahui, STEI Tazkia STEI TAZKIA merupakan perguruan tinggi yang lahir dalam kondisi krisis ekonomi tahun 1997 – 1998. Kemudian pada tahun 1999 melalui pendirian Yayasan Tazkia Cendikia Sekolah Tinggi Ekonomi Islam berdiri. (lrf)

Share This