Rektorat, BERITA UIN Online— Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, Papua melakukan kunjungan ke UIN Jakarta. Kunjungan yang bertujuan untuk sharing sekaligus belajar tentang manajemen serta mengetahui fasilitas-fasilitas yang ada di UIN Jakarta tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua STAIN Sorong, Hamzah.

Turut mendampingi Ketua, Kepala Jurusan Tarbiyah STAIN Sorong Siti Umrah, Sekretaris Pimpinan Nuruh Huda M, dan Staf Keuangan Radiah Sahid. Rombongan diterima oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Zulkifli, didampingi oleh Kepala Biro AAKK Khairudin, Kepala Bagian Umum Encep Dimyati, dan Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Abdul Halim, Selasa (23/04), di Ruang Rapat Biro AAKK, kampus I UIN Jakarta.

Dalam prakatanya, Wakil Rektor Zulkifli mengapresiasi dan berterima kasih atas kunjungannya ke UIN Jakarta. Dirinya berharap, dengan kunjungan ke kampus UIN mampu menjawab semua pertanyaan atau keingintahuan tentang beberapa hal terkait pengembangan lembaga.

“Semoga silaturrahim ini mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kedua lembaga. Dengan senang hati, kami akan memberikan informasi yang dibutuhkan, apalagi informasi tersebut memang konsumsi publik. Baik bagaimana proses dan cara mengembangkan institusi ini, tantangan yang harus dilalui sekaligus solusinya,” ungkap Zulkifli.

Menanggapi hal tersebut, Ketua STAIN Sorong, Hamzah mengatakan, bahwa dirinya beserta rombongan mengucapkan terima kasih atas penerimaan serta sambutan yang diberikan. Hamzah juga memaparkan maksud dan tujuan dirinya beserta rombongan datang ke UIN Jakarta.

“Kami ucapkan terima kasih atas penerimaan yang begitu hangat dari UIN Jakarta. Kami datang ke UIN Jakarta ingin mengetahui perihal bagaimana pengembangan institusi baik dari segi manajemen pendidikannya, pembangunan infrastruktur, maupun fasilitas-fasilitas yang disediakan pihak UIN Jakarta guna menunjang proses belajar-mengajar,” ungkap Hamzah.

Saat ini, sambung Hamzah, STAIN Sorong memiliki 1.408 mahasiswa, dan 60 dosen PNS dan CPNS. Dibangun di atas tanah seluas tiga (3) hektar, STAIN masih memiliki lahan yang belum digunakan sekitar 8 hektar.

“Dari sisi pendidikan, kami baru memiliki tujuh program studi. Lima prodi terakreditasi B, dan dua lainnya masih C. Sedangkan secara institusi, STAIN Sorong terakreditasi B. Kami saat ini tengah berjuang untuk meningkatkan penilaian akreditasi dan menambah program studi yang dibutuhkan,” jelas Hamzah.

Di tempat yang sama, Kabag Umum UIN Jakarta Encep Dimyati menambahkan paparan Wakil Rektor. Encep menjelaskan, UIN Jakarta baru saja meresmikan beberap bangunan baru guna mendukung perkuliahan.

“Kita baru saja meresmikan gedung PPG (Pusat Pelatihan Guru), Rusunawa untuk mahasiswa asing, Gedung FEB, FAH, dan ruang dosen di exs perpustakaan utama. Saat ini belum ada rencana pembangunan lagi, karena kami harus memperhitungkan lahan yang ada,” jelas Encep.

Sebagai informasi, setelah bertukar pikiran di ruang rapat tersebut, rombongan yang berjumlah empat orang melanjutkan agendanya yaitu mengunjungi Pusat Laboratorium Terpadu (PLT), Perpustakaan utama, ruang dosen, dan gedung PPG di Bojongsari. (lrf)

Share This