Gedung SPs, BERITA UIN Online— Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta menyerahkan wakaf tunai bertajuk Trustee Fund Harun Nasution untuk dikelolakan oleh Lembaga Sosial Kemanusiaan Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta. Wakaf senilai Rp500 juta dan emas logam mulia seharga Rp36-40 juta ini diharapkan bisa dikelola secara produktif bagi pembiayaan akademik dan pendidikan.

Penyerahan wakaf dilakukan secara simbolis oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Profesor Asep Saepudin Jahar Ph.D kepada Direktur Social Trust Fund UIN Jakarta Profesor Amelia Fauzia Ph.D di Gedung SPs, Senin (10/1/2022). Turut menyaksikan penyerahan Wakil Direktur SPs Dr. Hamka Hasan, Ketua Program SPs Dr. Arif Zamhari, dan Sekretaris STF UIN Jakarta Sri Hidayati M.Ed.

Dalam sambutannya, Direktur Asep mengungkapkan dana wakaf bersumber dari perolehan SPs UIN Jakarta ini akan lebih produktif jika diserahkan sebagai wakaf tunai dengan dititipkan kepada Social Trust Fund UIN Jakarta. Lembaga terakhir dipilih mengingat kapasitasnya sebagai lembaga sosial kemanusiaan UIN Jakarta yang cukup berpengalaman dalam pengelolaan wakaf produktif

“Ketika saya di sini, ternyata ada dana yang kami fikir akan lebih produktif, lebih aman, jika dititipkan kepada Social Trust Fund UIN Jakarta sebagai lembaga filantropi yang berpengalaman mengamankan dan memproduktifkan wakaf,” katanya.

Profesor Asep berharap, wakaf ini bisa dikelola dengan baik sehingga bisa menjadi sumber produktif biaya studi dan riset sivitas akademika UIN Jakarta. Selain itu, wakaf tunai diberi nama Trustee Fund Harun Nasution merujuk pada figur penting dalam sejarah perkembangan UIN Jakarta hingga hari ini.

“Trustee Fund Harun Nasution sebagai inisiatif untuk mengamankan dan ingin memproduktifkan agar nama Profesor Harun Nasution lebih terang dan dapat menjadi kebaikan bagi civitas akademika maupun masyarakat luas melalui STF UIN Jakarta,” katanya.

Diketahui, Profesor Harun Nasution dikenal dengan berbagai program pengembangan kelembagaan akademik UIN Jakarta. Di sela-sela kesibukannya mengajar dan menulis, Profesor Harun pernah dipercaya menjadi Rektor IAIN Syarif Hidayatullah (kini, UIN Jakarta) dan memimpin Sekolah Pascasarjana kala itu.

Diantara gebrakannya adalah mengkader sejumlah besar mahasiswa untuk dikirim belajar ke berbagai perguruan tinggi terbaik dunia seperti McGill University. Sebagian besar mahasiswa itu kini sudah menjadi guru besar dan meneruskan kepemimpinan UIN Jakarta sepeninggalnya.

 

Menanggapi itu, Direktur Social Trust Fund Profesor Amelia menyambut baik atas kepercayaan pimpinan dan sivitas Sekolah Pascasarjana untuk menitipkan pengelolaan dana wakafnya. “Kami tentu saja menyambut baik dan mengapresiasi dengan menjaga dan memproduktifkan dananya. Kami akan berusaha menjaga amanah ini sebaik-baiknya,” katanya.

Profesor Amelia menambahkan, inisiatif Sekolah Pascasarjana memberikan dana wakaf tunai untuk kemudian dikelolakan sebagai dana akademik universitas juga diharapkan mampu memberikan contoh bagi pihak lainnya. Berbagai perguruan tinggi terkemuka luar negeri seperti Universitas al-Azhar Mesir banyak memberikan bantuan biaya studi dan riset berkat wakaf yang diberikan publik.

Lebih lanjut, Profesor Amelia juga berharap, dana wakaf tidak hanya membantu sasaran program melainkan juga mampu mencetak generasi muda dengan kiprah keilmuan, keislaman, dan kemasyarakatan seperti Profesor Harun Nasution. Karenanya, dana ini dimungkinkan disasarkan sebagai bantuan pendidikan mahasiswa di dalam maupun luar UIN Jakarta.

“Ini dana abadi dalam skema wakaf tunai atau wakaf produktif. Dana akan dikembangkan dan nanti manfaatnya untuk bidang akademik atau pendidikan, baik dalam bentuk beasiswa maupun kemaslahatan lain. Penerima manfaat tidak dibatasi hanya lingkungan SPs UIN Jakarta,” katanya.

Dalam catatan BERITA UIN Online, sejumlah program wakaf tunas bagi kegiatan akademik telah dititipkan pengelolaannya kepada Social Trust Fund UIN Jakarta. Diantaranya Professor Azyumardi Azra Scholarship dan Professor Nabilah Lubis Scholarship for Arabic Studies.

Professor Azyumardi Azra Scholarship merupakan program wakaf yang digunakan untuk pembiayaan mahasiswa berprestasi yang melakukan riset Sejarah Islam dan Filantropi di kawasan Nusantara. Sedang Professor Nabilah Lubis Scholarship for Arabic Studies diarahkan bagi mahasiswa yang melakukan riset Bahasa dan Sastra Arab dan Kajian Manuskrip.

Sejak diluncurkan dua tahun terakhir, sejumlah mahasiswa jenjang pascasarjana telah diberi bantuan pendanaan beasiswa Professor Azyumardi Azra Scholarship. Sedang Professor Nabilah Lubis Scholarship for Arabic Studies baru diluncurkan akhir 2021 lalu. (zm)

Share This