Gedung SPs, BERITA UIN Oniline – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta kembali menerima calon mahasiswa baru untuk program perkuliahan reguler semester ganjil tahun akademik 2019/2020. Program yang dibuka adalah jenjang S2 dan S3 Program Studi Pengkajian Islam.

Demikian dikatakan kepala Subbagian Tata Usaha SPs UIN Jakarta Asriati kepada BERITA UIN Online di kantornya lantai 3, Rabu (24/7/2019).  Hingga pendaftaran akhir yang ditutup pada 12 Juli 2019, jumlah calon mahasiswa baru yang akan diseleksi sebanyak 101 orang, terdiri atas program magister sebanyak 43 orang dan program doktor sebanyak 58 orang.

Asriati menjelaskan, syarat calon mahasiswa adalah sarjana S1 dan S2 lulusan dari berbagai jurusan serta perguruan tinggi terakreditasi, baik lulusan dalam negeri maupun luar negeri. Selain syarat tersebut, calon mahasiswa di antaranya juga harus menyertakan proposal tesis dan disertasi sesuai ketentuan, yakni minimal 15 halaman untuk program magister dan 20 halaman untuk program doktor. Khusus bagi lulusan S2 SPs UIN Jakarta dengan predikat nilai Kumlaude dapat langsung diterima alias tanpa tes jika melanjutkan ke jenjang program doktor.

“Namun, calon mahasiswa tetap wajib membayar biaya administrasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Program perkuliahan semester ganjil tersebut akan dilaksanakan antara September 2019 sampai Januari 2020. Waktu perkuliahan berlangsung secara reguler, yaitu pada Senin-Jumat mulai pagi sampai sore hari.

Sesuai jadwal, calon mahasiswa baru pada program perkuliahan semester ganjil ini wajib mengikuti seleksi yang akan digelar pada 30-31 Juli 2019 mendatang. Sedangkan pengumuman hasil kelulusan akan dilakukan pada 9 Agustus 2019. Calon mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus wajib daftar ulang pada 12-19 Agustus 2019. Setelah itu mahasiswa mengikuti masa Orientasi Studi yang digelar pada 21-23 Agustus 2019.

Seleksi masuk SPs UIN Jakarta dilakukan dalam dua tahap atau dua sesi. Tahap pertama berupa tes tulis, yaitu Tes Potensi Akademik (TPA), English Proficiency Test (EPT), dan Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL), serta Tes Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (TIPA) khusus bagi peserta warga negara asing (WNA). Sedangkan pada tahap kedua,  materi tes berupa ujian lisan, terdiri atas tes kemampuan bahasa Inggris dan Arab serta wawasan akademik dan keislaman (wawancara proposal tesis/disertasi).

“Perkuliahan semester ganjil ini akan dimulai pada 2 September 2019,” kata Asriati.

Program Studi Pengkajian Islam jenjang S2 dan S3 SPs UIN Jakarta bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pemahaman dan wawasan keislaman secara komprehensif. Selain itu, lulusan juga memiliki keahlian dalam pengembangan ilmu agama Islam sesuai bidang yang ditekuni, kesadaran ilmiah yang tinggi, terbuka dan responsif terhadap perubahan sosial serta berakhlak mulia.

Dalam penyelenggaraan program tersebut, mahasiswa akan diarahkan dalam dua peminatan yang ditekuni. Pertama, Konsentrasi, yaitu peminatan yang merupakan bagian dari disiplin ilmu-ilmu agama Islam. Konsentrasi ini meliputi Kajian Tafsir, Hadis, Pemikiran Islam, Hukum Islam, Pendidikan Islam, Dakwah, Sejarah Peradaban Islam, Bahasa dan Sastra Arab, Ekonomi Islam, dan Politik Islam.

Kedua, Lintas Disiplin, yaitu peminatan yang merupakan kajian Islam dalam perspektif disiplin ilmu-ilmu sosial, humaniora, dan ilmu-ilmu alam, seperti Sosiologi, Antropologi, Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi, Ilmu Ekonomi, Filsafat, Psikologi, Filologi, Ilmu Hukum, Lingkungan, Gender, serta Kedokteran dan Kesehatan.

Sebagai tanda penghargaan lulusan, SPs UIN Jakarta akan memberikan gelar akademik, yaitu Magister Agama (MA) untuk jenjang program magister dan Doktor (Dr) untuk program doktor.

“Dalam ijazah, gelar ini nanti disertai dengan penyebut-an peminatan atau keahliannya,” kata Asriati. (ns)

Share This