Gedung SPs, BERITA UIN Online – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar melanjutkan kerja sama dalam program beasiswa doktor.  Kerja sama tersebut penting agar para peserta Pendidikan Kader Ulama (PKU) yang saat ini dikelola MUI memperoleh kesempatan meraih gelar doktor.

Saat menerima Ketua Komisi Pendidikan MUI Sudarnoto Abdul Hakim di ruang rapat gedung SPs, Kamis (28/3/2019),  Direktur SPs Jamhari Makruf mengatakan, program beasiswa pendidikan bagi para kader ulama untuk meraih doktor selama ini cukup berhasil. Karena itu kerja sama tersebut perlu dilanjutkan dan bahkan diperluas.

“Jika memungkinkan kerja samanya diperluas, misalnya menggandeng pemerintah daerah seperti program beasiswa santri berprestasi di fakultas kedokteran dan fakultas kesehatan,” katanya.

Sementara itu, kedatangan Ketua Komisi Pendidikan MUI Sudarnoto Abdul Hakim ke kampus SPs juga tak lain untuk membicarakan soal kelanjutan kerja sama tersebut. Ia mengatakan bahwa kerja sama antara MUI dan SPs UIN Jakarta sudah berjalan lama dan dinilai positif bagi kedua belah pihak.

Sebab, lanjut Sudarnoto, peserta PKU-MUI tak hanya dibekali dengan kedalaman materi dakwah dan strategi dakwah melainkan juga peningkatan kapasitas akademiknya.

“Peningkatan kapasitas akademik sangat membantu peserta PKU, terutama untuk memperluas wawasan dan pandangan keagamaan mereka di tengah masyarakat yang heterogen,” ujarnya.

MUI sendiri, menurut Sudarnoto, telah sepakat bahwa kerja sama dengan SPs UIN Jakarta akan dilanjutkan. “Insya Allah tahap awal akan kita seleksi sebanyak 20 calon mahasiswa untuk mengikuti program beasiswa S3,” katanya.

Acara pertemuan SPs UIN Jakarta dan MUI tersebut dihadiri di antaranya dihadiri Ketua Program Doktor Didin Saepuddin, Sekretaris Usep Abdul Matin, Ketua Program Magister JM Muslimin, dan Sekretaris Kamarusdiana. (ns)

Share This