Ruang Diorama, BERITA UIN OnlineSebanyak 80 siswa didampingi 11 guru dari SMA Mutiara Islam Plus Kota Bekasi, Jawa Barat, mengunjungi kampus UIN Jakarta, Rabu (23/10/2019). Kunjungan dilakukan dalam rangka studi kampus dan wisata kota.

Rombongan siswa kelas 10 dan 11 tersebut diterima di ruang diorama Auditorium Harun Nasution. Mereka menerima informasi tentang UIN Jakarta yang disampaikan tim dari bagian akademik dan bagian umum.

Kepala SMA Mutiara Yusra Meldia mengatakan, kunjungan rombongan siswa yang dipimpinnya ke UIN Jakarta merupakan kali kedua. Kunjungan pertama dilakukan pada tahun 2017 dan di tempat yang sama.

“Kami sengaja berkunjung ke UIN Jakarta untuk mengetahui informasi mengenai proses penerimaan mahasiswa baru yang akan dimulai tahun depan. Dengan pengenalan kampus ini para siswa diharapkan dapat mengetahui lebih awal tentang lembaga pendidikan tinggi,” katanya.

Menurut Yusra, tujuan siswa kelas 10 dan 12 diajak mengenal kampus lebih awal tak lain agar mereka dapat mempersiapkan diri. Paling tidak para siswa jauh-jauh hari sudah mempunyai pilihan mengenai kampus mana yang akan diminati.

“Kalau untuk siswa kelas 12 sudah pasti. Mereka sudah menentukan pilihan masing-masing,” jelasnya.

Kunjungan siswa SMA Mutiara Islam Plus berlangsung selama sekira dua jam. Mereka pun menerima penjelasan tentang UIN Jakarta, baik dari bagian umum, dalam hal ini Subbagian Publikasi dan Dokumentasi, maupun dari Bagian Akademik.

Nanang Syaikhu, staf Pubdok, saat menyampaikan presentasi menjelaskan, UIN Jakarta merupakan salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) terbaik se-Indonesia. Lembaga pendidikan tinggi Islam yang berdiri sejak 1957 tersebut kini memiliki 13 fakultas dan 56 program studi serta tiga pendidikan profesi.

UIN Jakarta saat ini terus berproses menuju kampus berkelas dunia. Hal itu didukung tak hanya dari segi kelengkapan fasilitas belajarnya tetapi juga sumber daya manusianya yang mumpuni.

Sementara mahasiswa UIN Jakarta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk sejumlah mahasiswa asing.

“UIN Jakarta itu ibarat miniatur Indonesia. Hampir semua suku bangsa dan adat istiadat ada di sini,” katanya.

Beragamnya suku bangsa menjadikan mahasiswa dapat mengenal karakter serta budaya dari masing-masing daerah. Kenyataan seperti itu membuat mahasiswa akan semakin toleran dan terbuka menerima perbedaan.

“Mahasiswa juga tentu akan lebih saling menghargai satu sama lain,” imbuhnya. (ns)

Share This