Jakarta, BERITA UIN Online— UIN Jakarta membuka peluang peningkatan kerjasama akademik universitas dari negara-negara kawasan Timur Tengah dan anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI). Selain prodi-prodi berbasis keilmuan Islam dan Bahasa Arab, peluang kerjasama lebih erat dibuka untuk prodi keilmuan berbasis sains dan sosial lainnya. Lainnya, dukungan kemudahan administratif dan implementasi kerjasama perlu jadi perhatian.

Demikian disampaikan Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Amany Lubis saat menyampaikan paparannya dalam Symposium on Enhancing Higher Education Cooperation to Support Economic Cooperation Between Indonesia and The Middle East and OIC Countries di Jakarta, Kamis (2/5/2019). Pada simposium ini, rektor menjadi narasumber mewakili pimpinan Perguruan Tinggi Kegaaman Islam. Simposium sendiri diselenggarakan Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan OKI.

Selain dibuka Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan OKI Dr. Alwi Shihab, simposium juga diikuti duta besar dan diplomat negara-negara Timur Tengah dan anggota OKI seperti Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Maroko, dan Malaysia. Sejumlah rektor universitas nasional juga turut hadir seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, dan UIN Raden Fatah Palembang.

Dalam paparannya, Rektor mengungkapkan, UIN Jakarta terus mengembangkan kelembagaan akademiknya pasca bertransformasi menjadi UIN sejak hampir dua dekade terakhir. Untuk itu, selain fakultas-prodi berbasis keilmuan Islam, UIN Jakarta juga membuka fakultas-prodi keilmuan berbasis sains dan sosial seperti Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Psikologi.

“Kami menyambut baik simposiusm ini dan berharap kemudahan dalam proses penandatangan MoU maupun implementasi kerjasama yang disepakati. Dan, UIN Jakarta dengan banyak fakultas-prodi berbasis sains teknologi, kedokteran, dan sosial terbuka untuk dikerjasamakan dengan universitas-universitas Timur Tengah dan anggota OKI,” paparnya.

UIN Jakarta sendiri, sambung Rektor, telah memiliki sejumlah kerjasama akademik dengan berbagai universitas Timur Tengah maupun anggota OKI lainnya. Kerjasama ini ditempuh seperti halnya kerjasama dengan universitas dari berbagai kawasan Eropa, Australia, Amerika, maupun Asia lainnya. Selain kerjasama riset, pengayaan kurikulum, pengajaran, publikasi, juga kerjasama pertukaran mahasiswa.

Dalam simposium sendiri, para rektor dan duta besar negara-negara Timur Tengah dan anggota OKI mendiskusikan berbagai potensi kerjasama akademik, riset, dan beasiswa yang bisa diakses dosen-mahasiswa Indonesia. Selain itu, simposium juga menyisir berbagai persoalan teknis administratif yang menjadi kendala implementasi kerjasama universitas.

“Salah satu tujuan utamaa kegiatan simposium ini menghidupkan kembali berbagai kerjasama yang sudah disepakati, termasuk membuka kembali peluang kerjasama baru. Dan kantor kami, siap memfasilitasi kerjasama demikian, termasuk membantu mengatasi kesulitan-kesulitan administrasi,” jelas Alwi.

Lebih jauh Alwi mengungkapkan, hasil diskusi antara pimpinan perguruan tinggi dan dubes negara-negara Timur Tengah dan anggota OKI akan disampaikan kepada Presiden. Selain daftar perguruan tinggi bereputasi, beasiswa dan aktifitas akademik yang potensial untuk dikerjasamakan juga akan disampaikan kepada Presiden. (zae)

Share This