Siap Terjun ke Dunia Kerja, 58 Apoteker Baru FIKES UIN Jakarta Resmi Dilantik
Auditorium Prof. Bachtiar Effendi, Berita UIN Online – Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menggelar Sidang Terbuka Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Apoteker ke-XVII di Auditorium Prof. Bachtiar Effendi, Rabu (21/10/2026). Sebanyak 58 lulusan Profesi Apoteker resmi dilantik dan mengikrarkan sumpah profesinya dengan khidmat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ahmad Tholabi, S.Ag., S.H., M.H., M.A., Dekan FIKES, Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., Ketua Program Studi Profesi Apoteker, apt. Puteri Amelia, M.Farm., Ph.D., serta Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan, dr. Eli Wedi Erni. Turut hadir Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Banten, apt. Diana, S.Farm., Pengurus Cabang IAI Tangerang Selatan apt. Puji Triastuti, S.Farm., M.Farm., MARS., para preceptor dan pimpinan jejaring apotek, puskesmas, serta industri farmasi mitra.
Prosesi diawali dengan pengucapan lafal Sumpah Profesi Apoteker yang dipandu oleh pimpinan sidang, diikuti oleh seluruh peserta, dan dilanjutkan dengan penandatanganan lafal sumpah secara simbolis.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Ahmad Tholabi menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan yang berlandaskan pada integritas dan nilai-nilai keislaman. Ia menyebutkan bahwa perjalanan sejarah peradaban Islam seperti tokoh Ar-Razi, Ibnu Sina, hingga Ibnu Baitar telah memberikan teladan etos keilmuan yang kuat.
"Sebagai lulusan UIN Jakarta, Saudara membawa identitas dan tanggung jawab amanah. Saya berharap lulusan apoteker UIN Jakarta memiliki distingsi yang jelas: unggul dalam kompetensi, kokoh dalam integritas, humanis dalam pelayanan, dan kuat dalam komitmen terhadap kemaslahatan," tegasnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan untuk siap menghadapi perkembangan teknologi sains seperti kecerdasan buatan (AI), bioteknologi, hingga farmasi digital, sekaligus tanggap terhadap isu resistensi antimikroba dan peredaran obat ilegal.
“Teknologi akan memperluas kemampuan profesional, sedangkan integritas dan pertimbangan etis memastikan kemajuan tersebut tetap berpihak kepada keselamatan manusia,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan FIKES UIN Jakarta, Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas kegigihan para lulusan yang telah menempuh perjalanan panjang selama lima tahun masa studi S1 hingga profesi. Ia menuturkan bahwa ritme perkuliahan di bidang kefarmasian membutuhkan ketekunan, keseriusan, serta pengorbanan masa belajar yang intensif.
“Di sini Anda mendapatkan mata kuliah Integrasi Islam dan Ilmu Kesehatan. Sebelum kuliah dimulai, mahasiswa dibiasakan tilawah agar ilmu yang diperoleh mendapatkan keberkahan. Jika ilmunya barokah, insya Allah akan membawa manfaat bagi kemanusiaan, keluarga, dan bangsa. Karena bekalnya sudah cukup, silakan berkarya dan kepakkan sayap Anda bahkan hingga ke dunia luar,” tuturnya.
Prof. Zilhadia juga optimistis terhadap penyerapan kerja para lulusan baru tersebut. Berdasarkan rekam jejak alumni kesehatan UIN Jakarta, rata-rata masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan berkisar antara 3 hingga 6 bulan, bahkan beberapa di antaranya telah diterima bekerja sebelum pelantikan.
Mewakili Pemerintah Daerah, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Eli Wedi Erni, menyampaikan bahwa pengambilan sumpah profesi ini merupakan pijakan awal untuk melangkah ke dunia kerja nyata maupun ruang pengabdian yang lebih luas.
“Pengambilan sumpah apoteker bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen moral dan profesional untuk menjalankan praktik kefarmasian secara bertanggung jawab, menjunjung tinggi etika profesi, serta mengutamakan keselamatan pasien,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengajak para apoteker baru untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan organisasi profesi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata di Tangerang Selatan.
Rangkaian Sidang diakhiri dengan penutupan sidang secara resmi oleh Dekan FIKES, penyematan Pin Bowl of Hygeia, pembacaan doa bersama, serta sesi foto bersama seluruh sivitas akademika dan tamu undangan.
