Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Menjelang tutup tahun, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) sepanjang 2020 telah menandatangangi sedikitnya 18 nota kerja sama dalam berbagai bidang.  Kerja sama dilakukan dengan sejumlah instansi dan lembaga, baik negeri maupun swasta, dalam dan luar negeri.

Demikian diungkapkan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Cecep Sastrawijaya kepada BERITA UIN Online melalui WhatApp, Rabu (2/12/2020). Penandatanganan kerja sama terakhir dilakukan antara Fidikom dan Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto, Jawa Tengah, pada 30 November 2020.

Kerja sama dengan IAIN Purwokerto di antaranya terkait rencana pembukaan program studi umum setelah berubah status menjadi UIN. Program studi itu misalnya Jurnalistik yang kini sudah dimiliki Fidikom UIN Jakarta.

Selain menandatangani kerja sama baru, Fidikom juga telah berhasil merealisasikan sejumlah program kerja sama yang sudah ditandatangani dalam beberapa tahun sebelumnya.

Alhamdulillah, semua program kerja sama tahun ini dan sebelumnya berjalan dengan baik serta menguntungkan para pihak,” katanya.

Cecep mengatakan, kerja sama selama tahun 2020 dilakukan dengan sejumlah lembaga pendidikan tinggi, khususnya dengan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) di bawah Kementerian Agama. Kerja sama dengan PTKIN terutama karena adanya kesamaan beberapa program studi bidang keagamaan, misalnya Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI).

Sementara kerja sama lainnya dilakukan dengan beberapa perguruan tinggi swasta dan lembaga filantropi.  Semua kerja sama tersebut umumnya terkait dengan peningkatan kapasitas kelembagaan, mutu akademik, dan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Kerja sama Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi dengan Hayrat Foundation Turki, Rabu (11/11/2020). Kerja sama dengan Turki di antaranya berupa pemberian hibah sarana dan prasarana serta kursus bahasa Turki.

“Kita juga telah menjalin kerja sama dengan Hayrat Faundation Turki dan Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI),” jelasnya.

Menurut Cecep, penguatan kerja sama Fidikom dengan banyak lembaga sangat penting. Sebab hal itu akan sangat berpengaruh bukan saja terhadap meningkatnya tingkat kepercayaan publik melainkan juga mutu akreditasi.

“Melalui kerja sama tersebut kita juga bisa saling share profit dan pengalaman,” ucapnya.

Ke depan, kata Cecep, program kerja sama Fidikom akan terus dilakukan dan ditingkatkan baik dari segi mutu maupun cakupan bidangnya. Bahkan ia juga berharap Fidikom dapat bekerja sama dengan banyak lembaga di luar negeri.

“Intinya, kerja sama dengan lembaga apa pun jika sesuai dengan visi, misi dan tujuan Fidikom akan dilakukan,” katanya.

Cecep menyebut, sejak 2016 Fidikom telah menandatangani nota kerja sama dengan berbagai pihak sebanyak 80 kali. Dari angka tersebut beberapa di antaranya habis masa tahun ini.

“Sebagian ada yang menandatangani kerja sama ulang, tapi sebagian lagi berakhir alias tidak berlanjut,” ujar Cecep. (ns)

Share This
Beasswa Mahasiswa Terdampak Covid 19 STF