Ruang Diorama, BERITA UIN Online – Menjelang berakhirnya masa jabatan Rektor UIN Jakarta periode 2014-2018, Senat Universitas menggelar Sidang Pleno ke XIV di Ruang Diorama Auditorium Harun Nasution, Selasa (7/8/2018). Sidang dipimpin Ketua Senat Atho Mudzhar dan didampingi Sekretaris Senat Suwito serta dihadiri oleh sejumlah anggota Senat.

Sidang selain mengagendakan laporan kinerja Rektor, juga sekaligus laporan akhir masa kepengurusan Senat Universitas yang berakhir Agustus ini. Sedangkan masa jabatan Rektor akan berakhir pada Januari 2019 mendatang.

“Masa kepengurusan Senat Universitas berakhir Agustus ini, sedangkan Rektor dan jajarannya akan berakhir pada awal Januari 2019 mendatang. Silakan Rektor lanjutkan hingga selesai masa jabatan,” kata Atho Mudzhar sesaat sebelum Sidang Pleno ditutup.

Sementara itu, Rektor dalam laporannya menyampaikan sejumlah capaian prestasi yang telah diraih selama tiga tahun menjabat (2015-2018). Prestasi yang dicapai meliput bidang akademik, kerja sama, pembangunan infrastruktur kampus, bidang kemahasiswaan, penelitian dan publikasi ilmiah, serta kelembagaan kampus.

Menurut Rektor, salah satu prestasi yang membanggakan adalah diakuinya UIN Jakarta di tingkat regional ASEAN terhadap empat program studi oleh ASEAN University Network Quality Assurance (AUN QA). Keempat program studi itu adalah Dirasat Islamiyah di Fakultas Dirasat Islamiyah, Pendidikan Agama Islam di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Sejarah Peradaban Islam di Fakultas Adab dan Humaniora, dan Bimbingan Penyuluhan Islam di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Selain pengakuan oleh AUN-QA, UIN Jakarta juga telah menorehkan prestasi dengan diperolehnya sertifikat bintang tiga dari lembaga pemeringkatan universitas dunia, QS Stars Rated for Excellence. Pengakuam secara internasional tersebut semakin mengukuhkan bahwa UIN Jakarta merupakan perguruan tinggi Islam negeri di bawah Kementerian Agama yang memiliki reputasi bagus.

“Oleh karena itu kami sangat berterima kasih kepada semua jajaran pengelola kampus atas semua prestasi yang sudah diraih selama saya menjadi Rektor,” katanya.

Rektor juga menyampaikan sikap optimismenya bahwa di masa mendatang UIN Jakarta akan menjadi perguruan tinggi yang diperhitungkan oleh para pemangku kepentingan. Rasa optimisme itu muncul seiring dengan diperolehnya akreditasi institusi dengan peringkat “A” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) belum lama ini.

Di bidang infrastruktur kelembagaan, UIN Jakarta kini telah memiliki gedung perkuliahan baru bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Selain itu, juga sedang dibangun satu unit asrama mahasiswa atau rumah susun sederhana sewa (rusunawa) atas bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di kampus 2. Rusunawa tersebut, kata Rektor, di antaranya dikhususkan bagi mahasiswa asing, terutama mahasiswa dari Afrika Selatan.

“Tapi ke depan tidak menutup kemungkinan mahasiswa kita juga dapat tinggal di asrama tersebut,” ujar Rektor.

Infrastruktur lain yang akan dibangun adalah melanjutkan pembangunan gedung Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang berlokasi di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat. Gedung yang berdiri di atas lahan seluas tiga hektare tersebut sudah lama mangkrak karena masalah penganggaran. “Insya Allah pembangunan gedung tersebut akan dilanjutkan dan diselesaikan dengan menggunakan skema anggaran Badan Layanan Umum. (ns)

Share This