Ruang Diorama, BERITA UIN Online— Sembilan guru besar yang menjadi bakal calon Rektor UIN Jakarta periode 2019-2023 mempresentasikan visi, misi, dan program kerja pengembangan UIN Jakarta. Presentasi dilakukan pada Rapat Pleno I Senat Universitas yang berlangsung di di Ruang Diorama, Kamis (4/102018).

Rapat dipimpin Ketua Senat Prof. Abuddin dan diikuti anggota senat universitas. Rapat pleno sendiri mengagendakan pemberian pertimbangan kualitatif calon rektor UIN Jakarta periode 2019-2023.

“Agenda sidang hari ini adalah mendengarkan presentasi visi, misi, dan program kerja pengembangan masing-masing kandidat yang sekaligus menjadi dasar pertimbangan kualitatif calon rektor,” paparnya.

Presentasi dimulai oleh kandidat Prof. Amany Lubis. Berturut-turut diikuti, Prof Andi Faisal Bakti, Prof. Jamhari, Prof. Amsal Bakhtiar, Prof. Zulkifli, Prof Sukron Kamil, Prof. Abdul Mujib, Prof. Masri Mansoer, Prof. Didin Saefuddin.

Selain peningkatan peringkat UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi terekognisi di level nasional global, masing-masing kandidat mempresentasikan pengembangan akademik dan kelembagaan universitas. Hanya saja, masing-masing kandidat memiliki tekanan program yang beragam.

Amany, misalnya. Selain memandang pentingnya penguatan rekognisi nasional-global, ia juga melihat pentingnya peningkatan mutu lulusan UIN Jakarta.

“Selain kemampuan akademik, kita ingin meningkatkan kepuasan user atas lulusan UIN Jakarta, menjadikan mereka mendapatkan pekerjaan sesuai bidang ilmunya,” katanya.

Kandidat lain, Jamhari, melihat pentingnya penguatan akademik dan kelembagaan di tingkat prodi. Menurutnya, prodi memegang posisi penting dalam pengembangan keilmuan maupun peningkatan kualitas lulusan.

“Mahasiswa datang ke UIN Jakarta karena kualitas prodinya. Artikel yang baik, dosen berkualitas, dan publikasi berkualitas hadir karena prodi sebagai tulang punggung pengembangannya,” katanya.

Di tepi lain, Abdul Mujib menjelaskan, pengembangan UIN Jakarta ke depan adalah perlunya memperkuat kajian keislaman sebagai core utama akademik UIN Jakarta. Ini bisa dilakukan dengan mendialogkan keilmuan berbasis sains seperti psikologi dengan sudut pandang keilmuan Islam.

Sementara itu, Abuddin menuturkan, tim sebelumnya menetapkan 11 guru besar lolos seleksi pemilihan calon rektor. Diantaranya Prof. Amsal Bakhtiar, Prof. Andi M. Faisal Bakti, Prof. Jamhari, Prof. Masri Mansoer, Prof. Amany Lubis, Prof. Sukron Kamil, Prof. Zulkifli, Prof. Ulfah Fajarini, Prof. Abdul Mujib, Prof. Murodi, dan Prof. Didin Saepudin.

Namun belakangan, jumlahnya berkurang. Prof Dr Murodi mengundurkan diri dengan alasan kesehatan, sedang Prof. Dr. Ulfah Fajarini mengundurkan diri dengan alasan administratif. (farah nh/yuni nk/zm)

Share This