Jakarta, Istiqlal, BERITA UIN Online– Rektor UIN Jakarta Prof Dr Amany Lubis MA berkesempatan menyampaikan ceramah jelang shalat tarawih malam ketujuh di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, Ahad malam Senin (18/4/2021).

Dalam ceramah bertema Alquran sebagai Sumber Inspirasi itu Amany mengawali dengan mengajak ratusan jamaah Masjid Istiqlal untuk memperbanyak istighfar.

“Ramadhan waktu terbaik untuk menghapus dosa, maka perbanyak istighfar, kerjakan yang baik dan tinggalkan yang buruk,” ujar Amany.

Ramadhan adalah bulan diturunkan Alquran, lanjutnya, maka harus berupaya membaca, memahami, bertadabbur dan mengamalkan semua yang diharapkan Alquran dan dianjurkan Rasulullah SAW.

Menurutnya, Alquran adalah panduan umat thoriqotu hayah atau way of life yang harus diterapkan setiap detik dalam kehidupan umat Islam sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW yang sudah menjalankan apa yang diharapkan Alquran, sehingga akhlak Nabi Muhammad SAW adalah Alquran.

“Akhlak Rasul seperti apa yang ada di dalam Alquran secara utuh bukan parsial,” imbuh Amany.

Dilanjutkannya, Alquran adalah masdar saadatud daroin, sumber kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kebahagiaan bukan di dunia saja, katanya, tapi kebahagian di akhirat juga yang diraih dari sekarang ini melalui Bulan Ramadhan.

Amany menjelaskan, paling tidak ada lima inspirasi penting dari Alquran. Pertama, hidayah petunjuk menuju sirathal mustaqim, jalan yang lurus. Kedua, pengembangan ilmu pengetahuan. Ketiga, Dakwah Bilhal. Keempat akhlak al-karimah (mulia) dan kelima sebagai syifa (obat) dari semua kegundahan hati.

Untuk memastikan sudah berada di jalan yang lurus (shirat mustaqim), menurut Amany, segala sesuatunya harus dijalankan sesuai hukum Allah sebagaimana yang telah ditetapkan ulama mujtahid besar yang sudah menjadikan tradisi adat istiadat menjadi indah dengan Islam moderat.

“Selama Islam ada, jumlah (pemeluknya) terus bertambah dan peradabannya semakin pesat. Ini merupakan karunia besar dari Allah sebagai indikasi shirathal mustaqim,” terang Amany.

Selanjutnya dijelaskan, Alquran berisi ilmu pengetahuan melalui isyarat-isyarat dalam ilmu alam, ilmu jiwa, antariksa, kelautan, pertanian serta ilmu-ilmu yang sanat berguna bagi manusia.

“Teknologi semakin canggih, maka keemajuan ilmu pengetahuan harus dibarengi kekuatan iman,” tegas Amany.

Terakir Dakwah Bilhal, menurut Amany, saat pandemi ini sangat cocok diterapkan untuk bersedekah, infak, wakaf, atau wakaf uang seperti yang dicanangkan Negara RI untuk meningkatkan solidaritas sosial.

“Banyak orang yang mengalami kesulitan karena pandemi, maka membantu mereka merupakan Dakwah Bilhal, termasuk meluruskan yang buruk juga adalah Dakwah Bilhal,” ujarnya.

Kewajiban untuk saling membantu, menurut Amany, tidak bisa dipungkiri kepada siapapun tanpa mengenal peredaan warna agama, karena manusia adalah makhluk paling mulia yang dibekali akal pikiran dan jiwa spiritual untuk terus berpikir menyelesaikan masalah.

“Dakwah Bilhal juga dengan memperbaiki etos belajar, bekerja, yang ditunjukkan dari sikap dan perbuatan kita bahwa kita bukan umat yang lemah,” tandasnya.

Dilanjutkannya, Alquran sebagai inspirasi akhlak mulia sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Akhlak Nabi SAW adalah Alquran,” tegas Amany.

Terakhir, Alquran adalah syifa (obat penyembuh) dan barokah sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Isro aya 82.

“Alquran sebagai obat yang dapat memberikan ketenangan bagi orang yang membaca dan mendengarkannya, sehingga jiwanya kuat,” terang Amany.

Pada penutup ceramahnya, Amany mengingatkan untuk selalu menjadi manusia yang bersyukur kepada Allah yang telah memberikan karunia yang sangat banyak untuk manusia.

“Bentuk syukurnya diwujudkan dalam bentuk perbuatan kreatif, inovatif, memanfaatkan yang ada dalam diri kita. Ini ciri umat Islam yang baik selalu yakin dengan pertolongan Allah dari berbagai permasalahan hidup,” pungkasnya.

Ceramah lengkap Rektor UIN Jakarta dapat disaksikan pada link berikut: Rektor UIN Jakarta Sampaikan Tausiyah di Masjid Istiqlal. (mf)

Share This