Auditorium MK Tadjudin, BERITA UIN Online— Ada tiga cirri khas lulusan Fakultas Kedokteran (FK) UIN Jakarta, yaitu rajin, cekatan, dan berakhlak mulia. Demikian disampaikan Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA saat memberikan sambutan pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter ke-27 FK UIN Jakarta, Selasa (23/10), bertempat di Auditorium MK Tadjudin, lantai 2 FK UIN Jakarta.

Ditambahkan rektor, ketiga ciri tersebut merupakan pengakuan dari masyarakat yang merasakan langsung layanan dari dokter alumni FK UIN Jakarta. “Saya mendengar langsung dari masyarakat saat menghadiri undangan walimah salah satu rekanan,” ujar rektor.

Dengan demikian, masih menurut rektor, diharapkan label masyarakat terhadap dokter-dokter lulusan FK UIN Jakarta agar terus dipertahankan. Pasalnya, dengan melakukan tugas-tugas secara profesional dan didasarkan pada nilai-nilai ke-Islaman serta kemanusiaan, maka akan menjadi nilai tambah bagi dokter lulusan FK UIN Jakarta.

“Dengan demikian maka, FK UIN Jakarta akan semakin mendapatkan tempat dan kepercayaan di hatii masyarakat. Lebih luasnya, makin mampu berkontribusi bagi bangsa dengan menciptakan masyarakat yang sehat sentosa,” kata rektor.

Selain rektor, hadir pula pada pelantikan 15 orang dokter yang terdiri dari 10 dokter pria, dan 5 dokter wanita tersebut, Dekan FK UIN Jakarta dr Hari Hendarto SpPD PhD, Direktur RSUP Fatmawati Dr dr M Syafak Hanung SpA MPH, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tangerang Selatan dr Sansossuares Harahap, para direktur rumah sakit jejaring, serta para wali orang tua.

Sansos dalam sambutannya mengatakan, bahwa dalam tubuh IDI, sesama dokter adalah keluarga, tidak memandang ras, suku, dan agama. Pasalnya, karena yang menjadi tujuan utama adalah bagaimana mampu saling menyokong bagi kemajuan kedokteran di Indonesia.

“Mohon dibaca dan pahami kembali buku panduan bagaimana kita berkarya dan membuka praktik ke depannya, agar tidak menyalahi aturan yang berlaku. Kami ucapkan selamat datang, dan selamat bergabung di IDI,” ujar Sansos.

Hal demikian ditegaskan pula oleh Direktur Utama RSUP Fatmawati Dr dr M Syafak Hanung SpA MPH. dirinya mengatakan, bahwa untuk menjadi dokter yang profesional, diperlukan ketelitian, serta kerja keras. Dengan demikian, maka nantinya akan terbentuk seorang dokter yang profesional.

“Gunakan setiap kesempatan yang ada sebaik mungkin, niatkan semuanya sebagai sebuah ibadah dan pengabdian kepada bangsa,” ujarnya.

Sebagai informasi, untuk menjadi seorang dokter, mahasiswa kedokteran harus melewati beberapa tahapan ujian, diantaranya pendidian formal 3,5 tahun, Ko Asissten (koas) 1 tahun, ujian kompetensi CBT UKMPPD, ujian OSCE UKMPPD, dan baru dapat diambil sumpah sekaligus dilantik sebagai seorang dokter. (lrf)

Share This