Kuningan, BERITA UIN Online – Rektor Prof Dr Dede Rosyada menegaskan, lulusan UIN Jakarta dan juga perguruan tinggi Islam lain, dipastikan tak ada yang menganggur. Hampir semua lulusan selalu diterima di pasar kerja dan di berbagai lapangan profesi.

Penegasan itu disampaikan Rektor saat membuka seminar dan buku karya dirinya berjudul Madrasah dan Profesionalisme Guru di Kuningan, Jawa Barat, Senin (30/10/2017). Seminar dihadiri oleh guru-guru madrasah se-Kabupaten Kuningan serta para pejabat dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan.

Rektor mengungkapkan, berdasarkan data secara nasional, lulusan sarjana Pendidikan Agama Islam (PAI) dari fakultas tarbiyah, misalnya, saat ini terdapat sekitar 35.000 orang. Dari jumlah itu hanya 3.500 saja yang terserap di pasar kerja. Meskipun demikian, katanya, tak berarti mereka yang tidak terserap di pasar kerja lantas mengembalikan ijazahnya ke fakultas.

“Sampai saat ini saya belum mendengar bahwa ada sarjana lulusan PAI yang mengembalikan ijazahnya ke fakultas lantaran tidak laku di pasar kerja,” tandasnya.

Menurut Rektor, lulusan UIN Jakarta sendiri sejauh ini sudah banyak yang bekerja dan mapan di berbagai lapangan profesi. Mereka tak cuma jadi penyuluh agama atau aktif di kerohanian Islam melainkan juga jadi pengusaha dan politisi.

Oleh karena itu, kata Rektor, UIN Jakarta sampai saat ini telah menjadi destinasi atau tempat kuliah yang paling baik. Bahkan dari segi biaya pendidikan, kuliah di UIN Jakarta adalah yang paling murah, termasuk di fakultas kedokteran.

“Biaya pendidikan di fakultas kedokteran UIN Jakarta termasuk paling murah di Indonesia dan bahkan di seluruh dunia,” katanya.

Rektor juga menegaskan kuliah di UIN Jakarta tak perlu takut terhadap liberalisme. Sebab, gerakan tersebut sama sekali tidak memilki dasar. Sebaliknya, Islam yang dikembangkan di UIN Jakarta adalah Islam moderat yang menghargai setiap perbedaan atau Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (ns)

Share This