Bandung, BERITA UIN Online— Semoga tahun depan, 15 prodi terakreditasi AUN QA. Oleh karena itu, diharapkan senantiasa dilakukan persiapan dan pembenahan agar di tahun depan program studi yang terakreditasi AUN QA terus bertambah.

Hal demikian disampaikan Rektor UIN Jakarta Amany Lubis saat memberikan arahan pada pembukaan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) 2019 UIN Jakarta, pada Jumat-Ahad (29-31/03), di eL Royal Hotel, Bandung, Jawa Barat.

Sebelumnya, Amany menyatakan apresiasi dan kebahagiaannya atas terselenggaranya kegiatan penting tersebut. Tidak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan, baik pusat maupun fakultas, serta panitia yang telah menyisihkan waktu dan berjibaku untuk hadir dan mensukseskan kegiatan tahunan itu.

“Terima kasih atas kehadiran para narasumber, jajaran pimpinan baik pusat maupun fakultas, serta seluruh panitia yang telah berusaha mensukseskan acara ini. Mari bersama kita rumuskan hal-hal penting untuk memajukan kampus UIN Jakarta,” tandas rektor.

Salah satu upaya memajukan pendidikan di UIN Jakarta, sambung rektor, yaitu dengan memperbanyak akreditasi nasional maupun internasional pada prodi-prodi yang ada di UIN Jakarta, salah satunya akreditasi ASIAN University Network Quality Assurance (AUN QA).

“Selain itu, baru-baru ini kita juga telah mengumpulkan 40 profesor guna mendiskusikan terkait integrasi keilmuan yang terus digalakkan di kampus UIN Jakarta. Mari terus tingkatkan keilmuan di UIN Jakarta dengan tidak melupakan hal penting lainnya yaitu mencetak mahasiswa yang berakhlakul karimah,” jelas Amany.

Selain itu, rektor juga menyampaikan beberapa capaian dan prestasi yang diperoleh dalam caturwulan pertama kepemimpinannnya, baik yang bersifat akademik maupun non akademik.

“Beberapa prestasi pun telah diraih, baik yang bersifat akademik maupun non akademik. Beberapa kerja sama baik yang sudah maupun yang baru terus  dijalin. Kerja sama yang sudah ada kita coba aktifkan atau kita tambah geliatnya guna menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pengembangan UIN Jakarta,” ungkap Guru Besar Sejarah Politik Islam tersebut.

Sebagai informasi, rapat besar tahunan tersebut dihadiri oleh segenap jajaran pimpinan baik pusat maupun fakultas, para tamu undangan, serta segenap panitia yang terdiri dari perwakilan satuan kerja yang ada di UIN Jakarta. (lrf/zae)

Share This