Jakarta, BERITA UIN Online— Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Amany Lubis berkesempatan memberikan motivasi bagi puluhan siswa-santri Al-Azhar as-Syarif Indonesia Boarding School dalam Wisuda Sertifikasi Al Quran dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung MTsN 41 al-Azhar As-Syarif Indonesia Jakarta, Kamis (5/12/2019). Menurutnya penguasaan bahasa asing sangat penting dan tradisi membaca dan menghafal Alquran menjadi modal penting siswa dalam menguasainya.

Dalam sambutannya, Rektor mengungkapkan, siswa-siswi santri Al-Azhar as-Syarif Indonesia Boarding School merupakan siswa-siswi santri pilihan yang dipersiapkan menjadi ulama dengan melanjutkan pendidikan ke salah satu perguruan tinggi terkemuka di dunia Islam maupun dunia, Universitas al-Azhar. Karena itu, seluruhnya dididik dengan kurikulum dan sumber kepustakaan dari Al-Azhar al-Syarif Mesir serta muatan ke-Indonesiaan.

Penyiapan mereka dilakukan dengan menawarkan pendidikan sejak tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, bahkan Madrasah Aliyah. “Sebab semangatnya adalah madrasah terpadu ini bisa meluluskan alumni terbaik yang semuanya bisa dikirim (belajar, red.) ke Al-Azhar,” tandasnya.

Diketahui, kuota yang dimiliki Al-Azhar as-Syarif Indonesia Boarding School adalah bisa mengirimkan 10 orang lulusannya melanjutkan studi ke Universitas al-Azhar. Namun kata Rektor, jumlah itu masih bisa diubah karena Universitas al-Azhar sendiri membuka sejumlah jalur seleksi yang bisa diikuti siswa-santri dari lembaga pendidikan mana pun.

“Bukan hanya 10. Karena semuanya semangatnya sama, ingin melanjutkan sekolah ke Mesir. Tapi kan pasti ada seleksi. Untuk itu paling tidak bisa ditambah dari yang 10 itu,” katanya lagi.

Akses kuliah ke Universitas Al-Azhar sendiri, sambung Rektor, sangat memungkinkan ditempuh semua siswa. Syaratnya, memiliki kemampuan bahasa yang baik, minimal Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Untuk itu, Rektor mendorong siswa siswi santri yang betul-betul berminat terus meningkatkan kemampuan berbahasanya.

“Nasehat saya, perkuat lagi bahasa-bahasa yang sudah dipelajari. Pelajari bahasa-bahasa lain, bahasa Perancis, Turki, Mandrin, dan sebagainya. Kalau sudah bisa belajar dua bahasa, akan mudah saat mempelajari bahasa ke-3 dan 4,” katanya sambil menuturkan pengalamannya hingga kini mempelajari sekurangnya tujuh bahasa.

Lebih lanjut, Rektor menuturkan, siswa-santri yang terbiasa membaca dan menghafal al-Quran sebetulnya sudah memiliki modal penting dalam mempelajari bahasa. Bahkan kemampuan membaca dan menghafal Alquran memberi bekal setiap orang dalam mengkreasikan ilmu dan kontribusi sosial keilmuannya.

“Ketika kita sudah terbiasa membaca dan menghafal Al-Quran, ternyata itu mempermudah (kita, red.) dalam belajar bahasa. termasuk berinovasi,” katanya.

Untuk itu, Rektor meminta siswa-santri menempatkan kegiatan membaca dan menghafal Aqluran bukan sebagai sebuah beban. Ia justru perlu dilihat sebagai proses yang memudahkan siapa pun belajar. “Justru dia (Alquran, red.) akan memudahkan dan melancarkan kita di masa depan, menjadi manusia tangguh dalam mengkreasikan peradaban manusia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Al-Azhar Asy-Syarif Indonesia merupakan lembaga pendidikan yang didirikan atas kerjasama antara Al-Azhar Asy-Syarif Mesir dengan Kementerian Agama RI pada 1999 lalu. Lembaga pendidikan ini didirikan dengan karakteristik khusus, yaitu pendidikan dengan orientasi menghasilkan para calon Ulama. Prof Amany sendiri termasuk salahsatu pendirinya. (zm)

Share This