Ciputat, BERITA UIN Online— Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Lubis berharap para Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atikbud) KBRI di berbagai negara mensosialisasikan pendidikan yang ditawarkan Perguruan Tinggi Keagaman Islam Negeri (PTKIN). Menurutnya, berbagai PTKIN di dalam negeri siap menjadi tujuan belajar mahasiswa asing dengan ketersediaan infrastruktur dan suprastruktur pendidikan keilmuan Islam dan sains.

Demikian disampaikan Rektor Amany saat membuka Seminar Internasional “International Academic Collaboration for PTKIN: Innovative Ideas and Solutions” yang dilakukan secara daring, Kamis (19/11/2020). “Kami harap para Atikbud untuk juga mengangkat tawaran pendidikan PTKIN di luar negeri. Kami, PTKIN di Indonesia sudah siap secara infrastruktur maupun suprastruktur,” ujarnya.

PTKIN seperti UIN Jakarta, sebutnya, memiliki program studi keilmuan yang cukup lengkap ditopang sistem pengajaran dan sumber daya pengajar berlatar ahli di bidangnya. UIN Jakarta sendiri memiliki 78 program studi berbasis keislaman, sosial humaniora, dan eksakta. Bahkan dengan latar ini, UIN Jakarta memiliki pengayoman dari dua kementerian, Kementerian Agama RI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Selain program pendidikan, sambung Rektor, PTKIN juga bisa ditawarkan sebagai sasaran program Visiting Professor juga kemitraan industri. Sejak beberapa tahun, contohnya,UIN Jakarta telah berkali-kali menjadi sasaran para peneliti luar negeri untuk menjadikan para dosen-peneliti UIN Jakarta sebagai mitra penelitian berbagai bidang keilmuan.

Sedang kemitraan dengan industri, sambungnya, PTKIN juga siap melakukan kerjasama kemitraan pengembangan keilmuan dan teknologi. Kesiapan ini salahsatunya banyaknya program studi keilmuan umum yang juga ditawarkan PTKIN.

UIN Jakarta misalnya memiliki Prodi Sarjana Pertambangan yang fokus mengembangkan kajian energy terbarukan. Bahkan kini jenjang pendidikan Prodi Pertambangan bakal ditambah di jenjang pendidikan pascasarjana.

“Jadi pada kesempatan ini, kami berharap para Atikbud di luar negeri memperkenalkan dan menjembatani kerjasama kemitraan tersebut,” tandasnya.

Webinar yang diselenggarakan Pusat Layanan Kerjasama Internasional UIN Jakarta ini mengundang sejumlah narasumber yang juga berlatar Atikbud. Diantaranya, Atikbud KBRI Kairo Mesir Prof. Bambang Suryadi Ph.D, Atikbud KBRI Den Haag Belanda Din Wahid Ph.D, Atikbud KBRI Bangkok Thailand Prof. Dr. Mustari, Atikbud KBRI Kuala Lumpur Malaysia Dr. Farid Ma’ruf, dan Atikbud KBRI Riyadh Ahmad Ubaedillah MA Ph.D. (zm)

Share This